Feminitas Sastra Pandemi Dalam Cerpen Kompas Periode Januari-Desember 2021
Abstract
Abstrak: Karya sastra merupakan bagian dari kehidupan yang diabadikan oleh pengarang dari sebuah pemikiran, pengalaman, kejadian dan berbagai bentuk peristiwa yang diamati . Karya sastra sangat erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat, oleh karena itu pengarang menulis dari hal-hal yang terjadi pada kehidupan yang dialami dan kehidupan masyarakat entah dahulu, sekarang ataupun imajinasi tentang masa depan. Gerakan feminisme adalah suatu gerakan para wanita untuk menolak segala sesuatu yang menyimpang dari masyarakat, dan merendahkan perempuan dari sebuah budaya yang dominan, dominan dalam bidang politik, dibidang ekonomi dan bidang sosial pada umumnya. Fenomena ketidakadilan gender antara laki-laki dan perempuan sudah terjadi secara turun temurun dari jaman dahulu, sehingga fenomena tersebut menjadi sebuah tradisi atau bahkan sebuah kebiasaan yang pada akhirnya membuat perbedaan gender diyakini sebagai kodrat yang diterima pada masyarakat hingga saat ini. Keberadaan cerpen melalui sastra digital sangat membantu pengarang untuk mengubah status sosial yang beredar di masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat ketika sastra cerpen tersebut dikenal oleh masyarakat luas. Cerpen pada saat ini cukup populer dibandingkan karya sastra lainnya karena penyampaiannya yang cukup mudah dijumpai, seperti pada media cetak maupun media elektronik.  Media di Indonesia seperti koran biasanya terdapat banyak sekali cerpen cerpen yang di terbitkan, salah satunya adalah cerpen kompas. Siapa yang tidak tahu cerpen kompas, semua orang mengetahuinya. Terlebih lagi penikmat sastra, bagi penikmat sastra yang paling ditunggu adalah ketika kompas menerbitkan cerpennya setiap minggu dalam satu bulan.
Kata Kunci: Feminitas, Sastra Pandemi, Cerpen Kompas
Full Text:
PDFReferences
Agger, Ben, 2013. Mazhab Frankfurt Karl Max Cultural Studies Teori Feminisme Derrida Posmodernitas; Teori Sosial Kritis. Yogyakarta: Kreasi Wacana Yogyakarta.
Aminuddin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.
.David Gauntlett, Creative Explorations: New Approaches to Identities and Audiences (London: Routledge, 2007).
Fakih, Mansour. 2010. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Farhatiningsih, L., & Irwansyah. (2018). Optimalisasi Penggunaan Instagram dalam Praktik Kehumasan. Journal Article Diakom, 1–9.
Faruk. 2014. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Julia Kristeva, (Toril Moi ed.), (1986) The Kriteva Reader. New York. Columbia University
Kosasih. 2012. Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya
Nurgiyantoro, B. (2012). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Purnamasari, Desynanta. 2021. Kreatifitas Sastra melalui literasi Digital. https://www.digitalbisa.id/ artikel/kreativitas-sastra-melalui-literasi-digital QeHfG. Diakses 28 Oktober 2021
PUTRI, V. S. Gaya Kepengarangan Dewi Lestari Dalam Novel Supernova: Kesatria, Putri, Dan Bintang Jatuh.
Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sugiyono , Dendy. 2003, Buku prakris Bahasa Indpnesia II. Jakarta :Pusat Bahasa.
Suharto, Sugihastuti. 2010. Aplikasi Kritik Sastra Feminis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Supriatin, Yeni Mulyani. 2012. Kritik Sastra Cyber. Jurnal Sosioteknologi. Edisi 25 Tahun 11, April 2012 , hal 46-47
Wellek, Rene dan Austin Warren. 2016. Teori Kesusastraan (Terjemahan Melani Budinata). Jakarta: Gramedia.
Refbacks
- There are currently no refbacks.