ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN TEORI WALLAS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) KELAS VIII SMP TERPADU AL-HIDAYAH SUKOREJO

Sulfiana Ramadanti, Sunismi Sunismi, Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi

Abstract


 

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan cara-cara yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan masalah berpikir kreatif berdasarkan teori Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada materi SPLDV kelas VIII dan 2) Untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik berdasarkan teori Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) kelas VIII pada materi SPLDV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 peserta didik  kelas VIII yang sudah mengisi kuesioner adversity quotient dan soal tes kemampuan berpikir kreatif berdasarkan teori Wallas materi SPLDV kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Tahap analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) cara-cara yang digunakan oleh peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori tinggi dan adversity quotient tinggi, memenuhi semua tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. Peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori menengah dengan adversity quotient menengah, rata-rata memenuhi 3 tahapan dari 4 tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. Peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori rendah dan adversity quotient rendah, rata-rata memenuhi 2 tahapan dari 4 tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. 2) tingkat kemampuan berpikir kreatif tinggi memiliki rata-rata hasil tes 86,5 dan masuk kategori adversity quotient tinggi. Kemampuan berpikir kreatif menengah memiliki rata-rata hasil tes 69,81 dan masuk kategori adversity quotient menengah. Kemampuan berpikir kreatif rendah memiliki rata-rata hasil tes 42,1 dan masuk kategori adversity quotient rendah.

Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif matematis, teori Wallas, adversity quotient.

Full Text:

PDF

References


Fadilla, A. 2016. Pengaruh Pembelajaran Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol 2(1).

Fahrurrozi, dan Hamdi, S. 2017. Metode Pembelajaran Matematika. Lombok: Universitas Hamzanwadi Press.

Purwasih, R. 2019. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Adversity Quotient Tipe Climber. Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika. Vol. 8(2): 323-332.

Putri, E.H., Muqodas, I., dkk. 2020. Kemampuan-Kemampuan Matematis dan Pengembangan Instrumennya. Sumedang: UPI Sumedang Press.

Setiawani, S., dkk. 2020. The Students creative thinking process in solving mathematics problem based on wallas stages. Sci. 243:1.

Setyabudi, I., 2011. Hubungan Antara Adversity dan Inteligensi dengan Kreativitas. Jurnal Psikologi. Vol. 9: No.1.

Siswono, T. Y. E. 2008. Kumpulan Karya 2000-2004. Surabaya: Jurusan Matematika FMIPA UNESA 2008.

Sunita, N.W. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Mengontrol Adversity Quotient. Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mahadewa Indonesia. Vol. 21 No.2.

Umrati, dan Wijaya, H. 2020. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Sealatan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.