REPRESENTASI TINDAKAN DISKRIMINATIF TOKOH UTAMA WANITA DALAM FILM IMPERFECT KARYA ERNEST PRAKASA DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA
Abstract
Abstrak: Karya sastra novel yang dialihwahanakan menjadi film menjadi representasi di dalam kehidupan sehari-hari yang digambarkan melalui tindakan diskriminatif melalui perkataan dan tindakan. Representasi tindakan diskriminatif yang ingin disampaikan terhadap pembaca tentang bentuk representasi tindakan diskriminatif, penyebab representasi tindakan diskriminatif, dan implikasi representasi tindakan diskriminatif dalam pembelajaran sastra yang sebagai objek utama karya sastra yang diceritakan dalam film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian kualitatif dilakukan untuk menganalisis data yang berupa bentuknya penjelasan ataupun deskripsi pada transkip film Imperfect karya Ernest Prakasa. Penelitian yang bentuknya deskriptif berupa kata-kata dari transkip film Imperfect yang digunakan untuk menggambarkan tentang representasi tindakan diskriminatif tokoh utama wanita dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa dan implikasinya dalam pembelajaran sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi tindakan diskriminatif pada film Imperfect terbagi atas (1) bentuk tindakan diskriminatif pada tokoh Rara direpresentasikan dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa yaitu berupa diskriminasi verbal dan diskriminasi penghindaran, (2) penyebab terjadinya tindakan diskriminatif pada tokoh Rara direpresentasikan dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa yaitu berupa mekanisme pertahanan psikologi, mengalami rasa tidak selamat dan rendah diri, sejarah, persaingan dan eksploitasi, (3) implikasi tindakan diskriminatif pada tokoh Rara direpresentasikan dalam film Imperfect karya Ernest Prakasa dalam pembelajaran sastra yaitu berupa bahan ajar teks ulasan pada Sekolah Menengah Petama terdapat dalam SKKD serta RPP yang memiliki Kompetensi Dasar 3.12 Menelaah struktur dan kebahasaan teks ulasan (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah) yang diperdengarkan dan dibaca, dan 4.12 Menyajikan tanggapan tentang kualitas karya (film, cerpen, puisi, novel, karya seni daerah, dll.) dalam bentuk teks ulasan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan.
Kata kunci: representasi, tindakan diskriminatifFull Text:
PDFReferences
Alex, Sobur. 2009. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Boggs, J.M.P, & Dennis, W. 2008. Seni Menonton Film (The Art Of Watching Films). New York: Mc Graw-Hill.
Damono, Sapardi Djoko. 2012. Alih Wahana. Jakarta: Editum.
Danesi, Marcel. 2012. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Fulthoni, dkk. 2009. Memahami Diskriminasi. Jakarta: The Indonesian Legal Resource Center. Istiqomah, Nuriana, dkk. 2014. Sikap Hidup Orang Jawa dalam Novel “Orang-Orang Proyek†Karya Ahmad Tohari. Jurnal Sastra Indonesia.3(1), 1-9.
Istiqomah, Nuriana, dkk. 2014. Sikap Hidup Orang Jawa dalam Novel “Orang-Orang Proyek†Karya Ahmad Tohari. Jurnal Sastra Indonesia.3(1), 1-9.
Juanda, J. 2018. Fenomena Eksploitasi Lingkungan dalam Cerpen Koran Minggu Indonesia Pendekatan Ekokritik. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Satra Indoensia,2 (2), 165-189.
Juanda, J., & Aziz A. 2018. Penyingkapan Citra Perempuan Cerpen Media Indonesia: Kajian Fenisme. Lingua: Center Of Languange, Literature anda Teaching. 15 (2), 71-82.
Maya, Septiani. 2018. Diskriminasi Tokoh Sasana dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Kajian Sosiologi Sastra. Medan: Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Maulida, Shabrina. 2019. Citra Ibu Dalam Puisi Indonesia Modern Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Refbacks
- There are currently no refbacks.