PENGARUH VARIASI DIET LEMAK TERHADAP HIPERPLASIA DAN FUSI LAMELA SEKUNDER INSANG IKAN ZEBRA BETINA (Danio rerio)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global dan salah satu faktor risiko utama terjadinya obesitas adalah pola konsumsi diet tinggi lemak, sehingga banyak digunakan sebagai model eksperimental dalam penelitian metabolik. Ikan zebra betina (Danio rerio) dipilih sebagai hewan model karena kemiripan jalur metabolisme lipid dengan mamalia dan peran estrogen dalam regulasi lipid. Insang, sebagai organ dengan struktur lamela sekunder yang tipis dan sensitif, diduga rentan terhadap perubahan histopatologi akibat stres metabolik dari asupan lemak berlebih.
Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental in vivo dengan Posttest-Only Control Group Design pada ikan Danio rerio dewasa betina yang dibagi dalam empat kelompok (n = 8) dan diberi variasi diet lemak selama 28 hari, yaitu P1: pelet standar; P2: campuran kuning telur + pelet; P3: Artemia salina; P4: campuran kolesterol murni 4% + pelet. Histopatologi derajat hiperplasia dan fusi lamela sekunder insang dievaluasi dan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan post hoc test Tukey HSD.
Hasil dan Pembahasan: Hiperplasia dan fusi lamela sekunder terjadi pada seluruh kelompok perlakuan. Kelompok P2, P3, dan P4 signifikan meningkatkan derajat hiperplasia lamela sekunder insang Danio rerio dewasa berturut-turut 12,07%, 13,52%, dan 15,59% dibandingkan kelompok P1. Pada parameter fusi lamela sekunder, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok.
Simpulan: Pemberian diet campuran kuning telur + pelet, Artemia, serta campuran kolesterol 4% + pelet terbukti signifikan meningkatkan derajat hiperplasia lamela sekunder insang dibandingkan diet pelet, tetapi tidak berbeda signifikan terhadap fusi lamela sekunder insang ikan zebra betina.
Kata Kunci: Obesitas, Stress Oksidatif, Hiperkolesterolemia, Hewan Model
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

