Pewarnaan Jaringan Hepar Tikus Wistar (Rattus Norvegicus L) Berbasis Pewarnaan Bahan Alam Ekstrak Kulit Manggis (Garciana Mangostana L.)
Abstract
Pendahuluan: Banyaknya minat konsusmsi dari buah manggis (Graciana mangostana) di masyarakat,maka akan menyebabkan banyaknya limbah dari kulit buah manggis. kulit buah manggis sebagai alternatif dari pewarnaan HE (Haematoxilyn dan eosin).
Metode: Ektraksi kulit buah manggis pada penelitian ini menggunakan metode maserasi. Hasil ekstraksi dilakukan untuk uji pewarnaan terhadap organ hepar tikus wistar menggantikan eosin. Hasil pewarnaan diamati menggunakan mikroskop trinokuler perbesaran 400x dan dilakukan pengamatan deskriptif. Pengukuran dilakukan oleh 3 orang pengamat dengan mengacak setiap gambar lapang pandang yang akan diamati untuk mengurangi subjektifitas peneliti. serta perhitungan tingkat akurasi presisi pada hasil pewarnaan. Jumlah sel hepatosit yang terlihat dihitung menggunakan aplikasi ImageJ dan dinilai tingkat akurasi presisi. Uji statistik menggunakan Kruskall walis, p<0,05.
Hasil: Pewarnaan ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 25% memiliki nilai total pengamatan deskriptif (kejelasan dan kekontrasan) (1,1), konsentrasi 50% (1,1, 1,36), dan konsentrasi 75%(1,34, 1). Hasil nilai akurasi pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% didapatkan sebesar (60%, 46% dan 73%), Hasil nilai presisi pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% didapatkan sebesar (25%, 20% dan 27%).
Simpulan: Ekstrak kulit buah manggis dapat mewarnai preparat organ hepar Rattus norvegicus L, tetapi dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan pewarna hematoxylin eosin. Sehingga tidak efektif untuk menjadi alternatif pewarna eosin
Kata Kunci: Graciana Mangostana,Hematoxylin Eosin,Pewarna Alami,Rattus Norvegicus
Metode: Ektraksi kulit buah manggis pada penelitian ini menggunakan metode maserasi. Hasil ekstraksi dilakukan untuk uji pewarnaan terhadap organ hepar tikus wistar menggantikan eosin. Hasil pewarnaan diamati menggunakan mikroskop trinokuler perbesaran 400x dan dilakukan pengamatan deskriptif. Pengukuran dilakukan oleh 3 orang pengamat dengan mengacak setiap gambar lapang pandang yang akan diamati untuk mengurangi subjektifitas peneliti. serta perhitungan tingkat akurasi presisi pada hasil pewarnaan. Jumlah sel hepatosit yang terlihat dihitung menggunakan aplikasi ImageJ dan dinilai tingkat akurasi presisi. Uji statistik menggunakan Kruskall walis, p<0,05.
Hasil: Pewarnaan ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi 25% memiliki nilai total pengamatan deskriptif (kejelasan dan kekontrasan) (1,1), konsentrasi 50% (1,1, 1,36), dan konsentrasi 75%(1,34, 1). Hasil nilai akurasi pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% didapatkan sebesar (60%, 46% dan 73%), Hasil nilai presisi pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% didapatkan sebesar (25%, 20% dan 27%).
Simpulan: Ekstrak kulit buah manggis dapat mewarnai preparat organ hepar Rattus norvegicus L, tetapi dengan kualitas yang lebih rendah dibandingkan pewarna hematoxylin eosin. Sehingga tidak efektif untuk menjadi alternatif pewarna eosin
Kata Kunci: Graciana Mangostana,Hematoxylin Eosin,Pewarna Alami,Rattus Norvegicus
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

