ANALISIS PENGARUH DRY EYE SYNDROME TERHADAP KUALITAS HIDUP DAN KUALITAS FUNGSI PENGLIHATAN LANSIA DESA DONOWARIH KABUPATEN MALANG

Faridia Shofiyati, Ariani Ratri Dewi, Sri Herlina

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Dry Eye Syndrome (DES) merupakan gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan ketidakstabilan lapisan air mata disertai gejala okular seperti rasa kering, perih, sensasi berpasir, dan penglihatan kabur yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, hingga saat ini belum tersedia data spesifik mengenai gambaran kejadian sindroma mata kering beserta dampaknya terhadap kualitas hidup dan kualitas fungsi penglihatan pada masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Donowarih. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sindroma mata kering terhadap kualitas hidup dan kualitas fungsi penglihatan pada masyarakat Desa Donowarih sebagai dasar perencanaan upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mata.

Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 200 lansia yang teridentifikasi mengalami DES. Instrumen yang digunakan meliputi Ocular Surface Disease Index (OSDI) untuk mengukur tingkat keparahan DES, Dry Eye Related Quality of Life Score (DEQS) untuk menilai kualitas fungsi penglihatan , serta National Eye Institute Visual Function Quality-25 (NEI VFQ-25) untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner.

Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami gangguan visual function quality (98,5%), serta penurunan quality of life (96%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan DES dengan visual function quality (p < 0,05), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara DES dengan quality of life (p > 0,05) Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa DES tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap visual function quality (p = 0,998) maupun quality of life (p = 0,999).

Simpulan: dry eye syndrome memiliki hubungan dengan gangguan visual function quality, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap quality of life. Meskipun demikian, secara klinis dry eye syndrome tetap berpotensi menurunkan fungsi penglihatan dan kualitas hidup pada lansia.

Kata Kunci: dry eye syndrome; quality of life; visual function quality; lansia.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.