PENGARUH FAKTOR RISIKO DAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASTIGMATISMA USIA DEWASA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KANJURUHAN
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Astigmatisma merupakan gangguan refraksi akibat kelengkungan kornea atau lensa yang tidak seragam, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko astigmatisma pada usia dewasa di wilayah layanan RSUD Kanjuruhan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional di Klinik Mata RSUD Kanjuruhan dengan melibatkan 124 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Astigmatisma didiagnosis melalui pemeriksaan autorefractometer dan Snellen chart, sedangkan faktor risiko dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner serta Visual Function Questionnaire-25 (VFQ-25). Data dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap kejadian astigmatisma dan kualitas hidup (p < 0,05). Faktor yang berpengaruh meliputi pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, faktor genetik, jenis kelamin, usia, durasi tidur, suku, aktivitas luar ruangan, dan aktivitas melihat dekat. Nilai R-square sebesar 0,845 untuk astigmatisma dan 0,799 untuk kualitas hidup menunjukkan kemampuan model yang tinggi, dengan pekerjaan sebagai faktor yang paling dominan.
Simpulan: Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian astigmatisma. Faktor yang dapat dimodifikasi, seperti aktivitas melihat dekat, durasi tidur, aktivitas luar ruangan, dan tingkat pengetahuan, berpotensi menjadi sasaran pencegahan. Astigmatisma berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup sehingga deteksi dini dan edukasi kesehatan mata perlu ditingkatkan.
Kata Kunci: Astigmatisma, Faktor Risiko, Refraksi, Kualitas Hidup, Dewasa, NEI-VFQ 25, RSUD Kanjuruhan
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

