PERBANDINGAN KANDUNGAN FLAVONOID PADA EKSTRAK DAUN ACORUS CALAMUS MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI UAE (ULTRASOUND- ASSISTED EXTRACTION) DENGAN PELARUT POLAR DAN NON POLAR

Akbar Rizky Rahmansyah, Denis Mery Mirza, Yoyon Arif Martino

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Acorus calamus (daun dlingo) merupakan tanaman obat yang mengandung flavonoid sebagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri. Metode ekstraksi modern seperti UAE (Ultrasound-Assisted Extraction) terbukti mampu meningkatkan efisiensi ekstraksi melalui mekanisme kavitasi yang merusak dinding sel tanaman. Namun, efektivitas ekstraksi flavonoid sangat dipengaruhi oleh jenis pelarut berdasarkan polaritasnya sehingga masih diperlukan kajian komparatif antara pelarut polar dan non-polar.

Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen in vitro menggunakan ekstrak daun Acorus calamus dengan metode UAE menggunakan pelarut metanol (polar) dan dietil eter (non-polar). Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan reagen AlCl₃. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif (mean ± SD) dan uji t independen (α=0,05).

Hasil dan Pembahasan: Rata-rata kadar flavonoid ekstrak metanol sebesar 77.207 ± 5,45 mg/L, sedangkan ekstrak dietil eter sebesar 96,64 ± 29,73 mg/L. Hasil uji T-test menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelarut non-polar menghasilkan kadar flavonoid lebih tinggi. UAE meningkatkan efisiensi ekstraksi melalui efek kavitasi yang mempercepat pelepasan senyawa bioaktif dari matriks tanaman.

Simpulan: Ekstraksi UAE dengan pelarut dietil eter lebih efektif dibandingkan metanol dalam menghasilkan kadar flavonoid pada daun Acorus calamus.

 

Kata Kunci: Acorus calamus, flavonoid, UAE (Ultrasound-Assisted Extraction), perbedaan pelarut

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.