PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI SEL TUBULUS PROKSIMAL DAN PENINGKATAN KADAR UREUM-KREATININ SERUM TIKUS WISTAR
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Kopi robusta (Coffea canephora) memiliki kadar kafein tinggi yang dalam dosis berlebih dapat memicu stres oksidatif, disfungsi mitokondria, vasokonstriksi renal, dan peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Ginjal sebagai organ ekskresi sangat rentan mengalami kerusakan akibat paparan senyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi pemberian kopi robusta terhadap nekrosis sel tubulus proksimal serta kadar ureum dan kreatinin serum pada tikus Wistar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekspiremental laboratorik in vivo dengan desain post-test only control group. Sampel penelitian terdiri atas 24 ekor Tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok menggunakan metode simple-random sampling. Kelompok kontrol (K0) diberikan aquades 1,5 ml/hari, sedangkan kelompok perlakuan terdiri atas K1 yang diberikan ekstrak kopi robusta 150 mg dalam 1,5 ml aquades sebanyak 1 kali sehari, K2 sebanyak 2 kali sehari, dan K3 sebanyak 3 kali sehari selama 30 hari. Analisa data pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 27.0. Uji normalitas Shapiro-wilk, uji homogenitas dengan uji Levene. Data yang terdistribusi normal dianalisis menggunakan uji OneWay-ANOVA dilanjutkan uji Post-Hoc Tukey HSD dengan nilai signifikansi p<0,05.
Hasil dan Pembahasan: Seluruh kelompok perlakuan menunjukkan kenaikan rerata nekrosis sel tubulus proksimal dibandingkan kontrol dengan nilai berturut-turut K0 3,77 ± 0,93; K1 8,23 ± 1,05; K2 16,80 ± 3,63; dan K3 23,77 ± 2,66 menunjukkan perbedaan antar kelompok bermakna (p<0,001). Rerata kadar ureum K0 18.83 ± 1.24 mg/dl, K1 24.80 ± 3.13 mg/dl, K2 24.54 ± 1.66 mg/dl, dan K3 30.71 ± 1.67 mg/dl. Rerata kadar kreatinin K0 0.46 ± 0.04 mg/dl, K1 0.89 ± 0.09 mg/dl, K2 0.67 ± 0.05 mg/dl, dan K3 1.03 ± 0.04 mg/dl. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05).
Simpulan: Frekuensi pemberian kopi robusta terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah nekrosis sel tubulus proksimal serta kadar ureum dan kreatinin, sehingga mengindikasikan risiko nefrotoksik bila dikonsumsi dalam frekuensi tinggi secara berkelanjutan
Kata Kunci: Kopi robusta; frekuensi konsumsi; nekrosis; ureum; kreatinin; tikus Wistar
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

