HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN KADAR VITAMIN D PADA MAHASISWA FK UNISMA
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Defisiensi vitamin D merupakan keadaan kadar 25(OH)D dibawah 30 ng/mL yang saat ini menjadi masalah kesehatan di berbagai negara, termasuk pada mahasiswa FK Unisma. Berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik diduga berperan dalam defisiensi vitamin D. Namun, belum ada riset mengenai hubungan aktivitas fisik dengan IMT dan kadar vitamin D pada mahasiswa FK UNISMA
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada mahasiswa FK Unisma sebanyak 80 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu aktivitas fisik ringan (n= 23), sedang (n=27) dan berat (n=30) yang diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionaire (IPAQ), IMT diukur menggunakan alat pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dihitung secara sistematis dengan rumus bb (kg) dibagi tb (m2) dan kadar vitamin D dalam serum darah diukur menggunakan teknik ELISA.
Hasil & Pembahasan: Tingkat IMT pada kelompok aktivitas fisik ringan, sedang dan berat berturut- turut adalah 24,32 ± 5,60; 25,22 ±5,54; 25,71 ±5,88 (p= 0,837) dengan hasil hasil uji spearman r= 0,067; (p= 0,554). Tingkat Vitamin D pada aktivtas fisik rimgan, sedang dan berat berturut- turut adalah 68,47 ±47,78; 72,04 ±56,14; 78,23 ±32,94 (p= 0,965) dengan hasil uji spearman r = −0,009 (p = 0,934). Temuan menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan IMT dan Kadar Vitamin D karena IMT tidak mencerminkan komposisi tubuh secara spesifik, sedangkan kadar vitamin D diduga lebih dipengaruhi oleh paparan sinar matahari dan faktor lain
Kesimpulan: Aktivitas fisik tidak berhubungan dengan IMT dan kadar vitamin D pada mahasiswa FK Unisma.
Kata Kunci: Aktivitas fisik; Indeks Massa Tubuh (IMT); Vitamin D; Mahasiswa FK
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

