HUBUNGAN KADAR VITAMIN D & TINGKAT STRES TERHADAP KERONTOKAN RAMBUT MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Abstract
Pendahuluan: : Kerontokan rambut merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kondisi psikologis individu. Berbagai faktor berperan dalam terjadinya kerontokan rambut, termasuk stres dan faktor nutrisi. Salah satu faktor nutrisi yang berperan penting adalah vitamin D, yang terlibat dalam regulasi siklus pertumbuhan folikel rambut. Defisiensi vitamin D masih menjadi masalah kesehatan global. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji hubungan antara kadar vitamin D, tingkat stres, dan kerontokan rambut, khususnya pada mahasiswa kedokteran dengan tingkat stres akademik & perilaku sedentari yang tinggi.
Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 80 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. Kadar vitamin D diukur menggunakan ELISA [25(OH)D], tingkat stres menggunakan Perceived Stress Questionnaire, dan kerontokan rambut menggunakan Hair Pull Test. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05..
Hasil & Pembahasan: Kerontokan rambut pada kelompok kadar vitamin D rendah, cukup, dan tinggi berturut-turut sebesar 56%, 23%, dan 36%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D dan kerontokan rambut (r=-0,016; p=0,886). Kerontokan rambut pada kelompok tingkat stres rendah, sedang, dan tinggi berturut-turut sebesar 21%, 33%, dan 75%. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kerontokan rambut dengan kekuatan hubungan lemah (r=0,288; p=0,010).
Simpulan: Kadar vitamin D tidak berhubungan dengan kerontokan rambut, sedangkan tingkat stres berhubungan signifikan dengan kerontokan rambut pada mahasiswa kedokteran..
Kata Kunci: Vitamin D; Tingkat Stres; Kerontokan Rambut; Mahasiswa FK.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

