INTERAKSI ANTIBAKTERI TETRACYCLINE DAN CLINDAMYCIN DENGAN EKSTRAK KULIT CINNAMOMUM BURMMANII DITINJAU DARI EFEK ANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS

Rizal Cahya Pramudya, Rio Risandiansyah, Fifin Pradina Duhitatrissari

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Kombinasi antibiotik dengan herbal berpotensi meningkatkan aktivitas antibakteri antibiotik terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus , yang kejadian infeksinya masih tinggi di Indonesia. Ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) bersifat antibakteri sehingga dapat berinteraksi dengan antibiotik, namun interaksi tersebut belum diketahui. Penelitian ini melihat interaksi kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan tetracycline dan clindamycin terhadap S. aureus.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif, yang dilakukan secara in vitro menggunakan metode AZDAST (Ameri Ziae Double Antibiotic Synergism Test) untuk menilai interaksi antibiotik dengan herbal. Kulit kayu manis dimaserasi dengan menggunakan etanol 96%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus. Setiap perlakuan dilakukan dalam tiga kali pengulangan independen. Data dianalisis dengan uji ANOVA/Kruskal-Wallis (p<0,05).

Hasil: Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin menunjukkan efek aditif, di mana zona hambat kombinasi (29,21 ± 3,47 mm) tidak berbeda signifikan dengan clindamycin tunggal (30,82 ± 3,34 mm; p=0,28). Kombinasi dengan tetracycline juga memberikan efek aditif, karena zona hambat kombinasi (33,66 ± 2,90 mm) tidak berbeda signifikan dibandingkan tetracycline tunggal (34,85 ± 2,91 mm; p=0,28).

Kesimpulan: Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin maupun tetracycline menghasilkan efek aditif terhadap S. aureus, yang ditandai dengan tidak adanya perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,28) dibandingkan penggunaan antibiotik tunggal. Efek aditif tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri, namun belum menunjukkan aktivitas bakterisidal maupun efek sinergis yang signifikan. Dengan demikian, ekstrak kulit kayu manis berpotensi digunakan sebagai agen adjuvan dalam terapi antibiotik tertentu, meskipun manfaatnya masih terbatas pada efek penghambatan pertumbuhan bakteri.

Kata Kunci: Staphylococcus aureus; clindamycin; tetracycline; Cinnamomum burmannii; AZDAST.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.