PENGARUH ASFIKSIA DAN EPILEPSI TERHADAP FAKTOR RISIKO NEURODEVELOPMENTAL DISORDERS PADA PASIEN ANAK USIA 3 – 6 TAHUN DI MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Neurodevelopmental Disorders (NDD) adalah gangguan perkembangan saraf yang berdampak pada kemampuan komunikasi, motorik, perilaku dan sosial. Beberapa faktor risiko NDD seperti asfiksia dan epilepsi dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh asfiksia dan epilepsi terhadap kejadian Neurodevelopmental Disorders (NDD).
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel kelompok kasus terdiri dari 51 anak usia 3 – 6 tahun yang terdiagnosa NDD oleh psikiater di poli sub spesialis Anak dan Remaja di RS Dr. Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan, kelompok kontrol terdiri dari 51 kelompok sehat dengan golongan umur yang sama. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data Asfiksia dan Epilepsi didapatkan dari hasil wawancara kepada orang tua atau wali pasien menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji odds ratio (OR) untuk mengetahui besar risiko dari kedua faktor terhadap kejadian NDD.
Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dengan asfiksia memiliki risiko 4,45 kali lebih besar mengalami (NDD) dibandingkan anak tanpa riwayat asfiksia (OR = 4,435; 95% CI = 0,478–41,942; p = 0,155). Sementara itu, anak dengan epilepsi tidak signifikan secara statistik (OR = 1,041; 95% CI = 0,063– 17,106; p = 0,978).
Simpulan: Dari hasil tersebut membuktikan bahwa secara klinis asfiksia berisiko 4 kali lebih besar terjadi NDD dan epilepsi sekali lebih besar terjadi NDD dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami keduanya.
Kata Kunci: Asfiksia, Epilepsi, Neurodevelopmental Disorders, Anak, Malang
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

