EFEK KRIM EKSTRAK ETANOL TEMU MANGGA (Curcuma mangga val.) PADA JUMLAH MAKROFAG DAN SEL FIBROBLAST JARINGAN KULIT TIKUS WISTAR JANTAN DENGAN LUKA SAYAT

Akmal Zulfikar Aufa, Diah Andriana, Aris Rosidah

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Luka sayat adalah jenis luka terbuka paling sering terjadi dan berisiko infeksi jika lambat ditangani. Umumnya Povidone iodine seringkali digunakan sebagai antiseptik, namun dapat berdampak iritasi dan rasa perih. Obat alami luka sayat yang dapat menjadi alternatif awal salah satunya rimpang temu mangga. Penelitian ini bertujuan membuktikan efek krim ekstrak etanol temu mangga (Curcuma mangga val.) pada jumlah makrofag dan sel fibroblast jaringan kulit tikus wistar jantan dengan luka sayat.

Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo (post-test only control group design), dengan objek eksperimen kulit tikus wistar jantan dengan luka sayat berusia 3-5 bulan dan memiliki berat badan 150-180gram yang terbagi atas enam kelompok. Kontrol positif menggunakan povidone iodine 10%; kontrol perlakuan diberikan basis krim tanpa ekstrak; dan krim ekstrak temu mangga digunakan dalam konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Data diolah menggunakan One Way Anova dengan uji LSD, dimana nilai signifikansi (p<0,05).

Hasil: Pemberian povidone iodine 10% menunjukkan jumlah makrofag (64,33 ± 2,33) dan fibroblast (43,76 ± 1,63) tertinggi dibandingkan seluruh kelompok. Pemberian krim ekstrak etanol temu mangga juga meningkatkan jumlah makrofag dan fibroblast secara signifikan dibandingkan kontrol negatif dan kontrol perlakuan. Peningkatan tertinggi terjadi pada konsentrasi 5% dengan jumlah makrofag (46,95 ± 1,16) dan sel fibroblast (28,41 ± 1,72).

Simpulan: Krim temu mangga memiliki efek terhadap penyembuhan luka sayat. Konsentrasi 5% memberikan efek paling optimal dalam merangsang aktivitas makrofag dan proliferasi fibroblast.

Kata Kunci: Temu mangga (Curcuma mangga val.); Makrofag; Sel Fibroblast.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.