PENGGUNAAN CHIN-STRAP DAN JENIS PENGUNCI HELM PADA TINGKAT KEPARAHAN CEDERA KEPALA PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN MALANG
Abstract
ABSTRAK
Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang pada 2021 tercatat 1.936 kasus, 77% melibatkan sepeda motor. Angka kejadian cedera kepala akibat kecelakaan motor masih tinggi di Indonesia. Ketepatan penggunaan chin-strap dan jenis pengunci helm berperan dalam menjaga stabilitas helm saat benturan. Tingkat keparahan cedera kepala dinilai menggunakan GCS sebagai indikator fungsi fisiologis dan ISS sebagai indikator keparahan anatomis, yang secara bersama memberikan gambaran kondisi dan prognosis pasien. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross sectional dengan 110 pasien cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas. Yang dibagi dalam kelompok Pengguna chin-strap (n=91) dan tidak menggunkan chin-strap (n=19) serta kelompok jenis micrometric buckle (n=81) dan double D-ring (n=10). Data tingkat keparahan cedera kepala diperoleh dari rekam medis. Data penggunaan chin-strap dan jenis pengunci helm diperoleh dari kuesioner. Kemudian data dianalisis dengan uji Chi-square dan Spearman, p<0,05 dianggap signifikan. Sebagian besar pengguna chin-strap mengalami cedera kepala ringan (GCS 13–15) sebanyak 71 responden (64,50%), sedangkan pada tidak menggunakn chin-strap hanya 4 responden (3,60%). Pada kelompok variabel jenis pengunci helm (micrometric buckle dan double D-ring), mayoritas responden menggunakan micrometric buckle sebanyak 62 orang (56,40%), sedangkan double D-ring digunakan oleh 9 orang (8,20%). Hasil analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan chin-strap dengan GCS (p = 0,001) dan ISS (p < 0,001). Pada uji korelasi Spearman, kelompok pengguna chin-strap berkorelasi sedang terhadap GCS (r=0,454; p<0,001)maupun ISS (r=-0,315; p<0,001). Sementara itu, jenis pengunci helm (micrometric buckle dan double D-ring) menunjukkan hubungan signifikan dengan GCS (p = 0,001) dan hanya memiliki korelasi negatif terhadap ISS (r = -0,348; p < 0,001). Penggunaan chin-strap dan jenis pengunci helm berpengaruh signifikan terhadap tingkat keparahan cedera kepala. Penggunaan chin-strap dengan benar mampu menurunkan tingkat keparahan cedera kepala. Model pengunci double-D dinilai lebih aman karena dapat menurunkan tingkat keparahan cedera kepala dibandingkan model pengunci micrometric
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

