IDENTIFIKASI DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO KEPARAHAN SINDROM MATA KERING PADA PASIEN POLI PENYAKIT DALAM DI RSI UNISMA
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Dry Eye Syndrome (DES) merupakan gangguan multifaktorial pada lapisan air mata yang ditandai oleh ketidakstabilan film air mata, hiperosmolaritas, inflamasi, serta kerusakan permukaan okular. Peningkatan prevalensi DES berkaitan dengan perubahan gaya hidup modern, seperti paparan layar digital dalam waktu lama, penggunaan lensa kontak, serta adanya penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, dan rosacea.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam RSI UNISMA Malang pada bulan Oktober–November 2025. Sebanyak 305 responden yang memenuhi kriteria inklusi diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner faktor risiko dan Ocular Surface Disease Index (OSDI). Analisis statistik menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan faktor risiko terhadap kejadian DES, serta uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan komorbid terhadap tingkat keparaha n DES.
Hasil dan Pembahasan: Dari 305 responden, 177 orang mengalami DES (prevalensi 58%), dengan derajat ringan 23,3%, sedang 18,7%, dan berat 16,1%. Terdapat hubungan bermakna antara kejadian DES dengan usia ( p=0,000), pekerjaan (p=0,000), dan durasi paparan layar (p=0,002). Rerata skor OSDI meningkat seiring jumlah dan jenis komorbiditas, yang menunjukkan kecenderungan peningkatan keparahan DES pada responden dengan faktor risiko sistemik. Uji Spearman menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat keparahan DES dengan diabetes melitus (r=-0,380; p=0,000), hipertensi (r=- 0,233; p=0,000), dislipidemia (r=-0,130; p=0,023), dan rosacea (r=-0,203; p=0,000).
Kesimpulan: DES memiliki prevalensi tinggi pada pasien rawat jalan penyakit dalam RSI UNISMA dan berhubungan dengan komorbiditas metabolik serta durasi paparan layar. Deteksi dini dan edukasi pasien penting untuk mencegah perburukan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Kata kunci: Dry Eye Syndrome, Ocular Surface Disease Index, komorbiditas, durasi paparan layar, lensa kontak.
*Korespondensi: dr. Ariani Ratri Dewi, Sp. M
Alamat : Jl. MT Haryono 193 Malang, Jawa Timur Indonesia 65144. Telp (0341)578920 Email : arianiratridewi@unisma.ac.id
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

