PENGARUH KONSELING SEBAYA TERHADAP SELF EFFICACY DAN RESILIENSI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AR-RAZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Abstract
Pendahuluan: Masalah kesehatan jiwa pada penduduk usia >15 tahun terjadi peningkatan, salah satunya mahasiswa kedokteran tahun pertama termasuk kelompok rentan akibat tekanan akademik, emosional, dan aktivitas tambahan di Pesantren Ar-Razi FK UNISMA. Tekanan ini berpotensi menurunkan performa akademik, self-efficacy, dan resiliensi. Tujuan penelirian ini menganalisis pengaruh konseling sebaya terhadap self-efficacy dan resiliensi santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK Universitas Islam Malang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-experiment dengan metode total sampling pada 90 santri pondok pesantren ar-razi FK UNISMA, yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol secara non-random. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest control group menggunakan kuesioner General Self Efficacy Scale (GSES) dan The Connor- Davidson Resilience Scale (CD-RISC), lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney.
Hasil dan Pembahasan: Sementara itu, tingkat kepercayaan diri meningkat pada kelompok intervensi, namun menurun pada kelompok kontrol. Kemudian, ketahanan meningkat pada kedua kelompok eksperimental dan kontrol. Ketika membandingkan efek konseling teman sebaya terhadap ketahanan dan kepercayaan diri, nilai p sebesar 0.000 (p<0.05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan dan kepercayaan diri siswa di Sekolah Islam Ar-Razi, Fakultas Kedokteran, UNISMA, dipengaruhi oleh konseling teman sebaya.
Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan konseling sebaya terhadap self efficacy dan resiliensi pada santri pondok pesantren ar-razi FK UNISMA.
Kata Kunci: Konseling Sebaya, Self-efficacy, Resiliensi, Santri, Fakultas KedokteranFull Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

