FAKTOR RISIKO KEJADIAN DRY EYE SYNDROME PADA DOSEN DAN KARYAWAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Nalin Muna Happy, Ariani Ratri Dewi, Rosyidatun Nisa

Abstract


ABSTRAK

 

Dry Eye Syndrome (DES) merupakan kelainan multifaktorial pada permukaan okular yang ditunjukkan dari ketidakstabilan lapisan air mata, hiperosmolaritas, inflamasi, dan kerusakan permukaan okular, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 27,5% hingga 30,6%. Penelitian ini ditujukan mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian DES pada dosen dan karyawan Universitas melalui studi cross-sectional pada 252 responden menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan DES, faktor risiko, dan OSDI. Hasil menunjukkan 63,5% responden mengalami DES; analisis bivariat mengungkap hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan, usia, jenis kelamin, lingkungan, dan durasi penggunaan gadget (p<0,05), sedangkan penyakit sistemik, penggunaan obat-obatan, jumlah perangkat, jeda penggunaan gadget, dan lensa kontak tidak signifikan. Analisis multivariat mengidentifikasi usia (OR=2,15), jenis kelamin (OR=0,48), lingkungan (OR=12,01), dan durasi penggunaan gadget (OR=8,68) sebagai faktor yang signifikan dengan lingkungan sebagai determinan utama, serta nilai R2 model akhir sebesar 53,1%.

Kata Kunci: Dry Eye Syndrome; faktor risiko; dosen; karyawan; Universitas Islam Malang


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.