PENGARUH PENGATURAN ASUPAN KALORI TERHADAP KADAR MDA DAN SOD SERUM TIKUS WISTAR JANTAN
Abstract
ABSTRAK.
Pendahuluan: Pengaturan asupan kalori merupakan strategi untuk mencegah obesitas dan stres oksidatif. Kerusakan oksidatif akibat kondisi ini berperan terhadap terjadinya penyakit degeneratif. Hingga saat ini penelitian dengan metode kombinasi pengaturan asupan kalori pada individu normal belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan asupan kalori terhadap kadar superoksida dismutase (SOD) dan malondialdehida (MDA) dalam serum tikus Wistar jantan.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan desain post-test only control group, menggunakan tikus Wistar jantan usia 8 minggu (160–180 g) yang dibagi dalam lima kelompok (n=5). Kelompok terbagi menjadi 1 kelompok normal, 3 kelompok pengaturan asupan kalori dan 1 kelompok asupan kalori berlebih. Kadar SOD dan MDA diukur menggunakan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji LSD, dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil: Pengaturan asupan kalori meningkatkan MDA sekitar 1.5-4 kali lipat dan menurunkan kadar SOD sekitar 20-40% dibandingkan kelompok normal (p<0,05). Kombinasi pengaturan asupan kalori menghambat peningkatan kadar MDA dan penurunan SOD lebih kuat dibandingkan kelompok tunggalnya (p<0,05). Asupan kalori berlebih meningkatkan kadar MDA serum sekitar 7 kali lipat dan menurunkan kadar SOD serum sekitar 50% dibandingkan kelompok normal (p<0,05).
Simpulan: Kombinasi pengaturan asupan kalori lebih kuat menghambat peningkatan MDA dan penurunan SOD dibandingkan perlakuan tunggalnya.
Kata Kunci: Puasa Intermiten; Restriksi Kalori; Asupan Berlebih; Superoksida Dismutase; Malondialdehida.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

