Hiperkolesterolemia Meningkatkan Pengaruh Faktor Risiko Prevalensi Disfungsi Ereksi di Poli Penyakit Dalam RSUD Kota Malang
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan : Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana terdapat peningkatan kadar kolesterol di dalam
pembuluh darah yang dapat mempengaruhi fungsi dan struktur pembuluh darah, termasuk aliran darah yang menuju ke organ reproduksi yang membuat hal tersebut dapat meningkatkan prevalensi disfungsi ereksi pada pria. Namun, penelitian terkait hiperkolesterolemia dan durasi hiperkolesterolemia terhadap prevalensi disfungsi ereksi masah terbatas di Kota Malang sehingga diperlukan penelitian untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
Metode : Desain penelitian ini merupakan studi analitik yang bersifat analitik observasional melalui metode cross- sectional pada 106 responden terbagi menjadi kelompok kontrol (n=53) dan kelompok observasi (n=53). Data hiperkolesterolemia diambil dari rekam medis poli penyakit dalam RSUD Kota Malang, sedangkan prevalensi disfungsi ereksi dievaluasi melalui kuisioner international index erectile (IIEF-5). Data di analisa menggunakan Mann-whitney, Chi-Square dan Spearman, serta p<0,05 dianggap signifikan.
Hasil : Berdasarkan hasil yang didapat sebanyak 96% pasien yang menderita hiperkolesterol mengalami disfungsi
ereksi dengan tingkatan dari ringan hingga sedang. Hasil korelasi kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi adalah r= -0,781, p=<0,01. Durasi menderita hiperkolesterol <5 tahun (n=42) dan ≥ 5 tahun (n=11) didapatkan hasil uji korelasi r= 0,125, p=0,202. Hal ini menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan disfungsi ereksi dengan korelasi positif lemah, sedangkan durasi menderita hiperkolesterolemia tidak berperan pada prevalensi disfungsi ereksi yang diduga hasil tersebut dapat terjadi karena jumlah responden pasien durasi menderita hiperkolesterolemia ≥ 5 tahun lebih sedikit dibandingkan dengan pasien < 5 tahun sehingga mempengaruhi validitas data dan kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini.
Kesimpulan : Hiperkolesterolemia berpengaruh pada peningkatan prevalensi disfungsi ereksi, sedangkan durasi
menderita hiperkolesterolemia tidak berpengaruh terhadap prevalensi disfungsi ereksi pada pasien di RSUD Kota
Malang.
Kata Kunci : Hiperkolesterolemia, Durasi Hiperkolesterolemia, Disfungsi Ereksi
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

