Pengaruh Riwayat Pemberian ASI dan Malnutrisi terhadap Risiko Neurodevelopmental Disorders pada Anak Usia 3–6 Tahun di Malang
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan:Neurodevelopmental Disorders (NDD) merupakan kelompok gangguan yang memengaruhi perkembangan otak anak, berdampak pada fungsi kognitif, sosial, dan perilaku jangka panjang. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti riwayat pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif, parsial maupun tidak ASI sama sekali atau hanya susu formula dan malnutrisi pada anak memegang peranan penting dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat pemberian ASI dan riwayat malnutrisi terhadap kejadian NDD pada anak usia 3–6 tahun di Malang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan case-control. Sebanyak 102 anak usia 3–6 tahun dilibatkan, terdiri atas 51 anak terdiagnosis NDD oleh psikiater sebagai kelompok kasus diambil dari RS. Radjiman Wediodiningrat dan 51 anak dengan perkembangan normal sebagai kontrol diambil di Kecamatan Lowakwaru. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner yang sudah tervalidasi dan reliabel untuk menilai riwayat pemberian ASI dan riwayat malnutrisi pada anak. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan odds ratio (OR) dan regresi logistik biner.
Hasil: Anak yang mendapatkan ASI parsial dan tidak mendapatkan ASI memiliki risiko 6 kali lebih besar mengalami NDD dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif OR = 5.946. Anak yang memiliki riwayat malnutrisi memiliki peluang 4,6 kali lebih tinggi untuk mengalami NDD dibandingkan dengan anak tanpa riwayat malnutrisi OR = 4.600. Sejalan dengan hasil regresi logistik bahwa anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko 10,3 kali lebih besar mengalami NDD dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Serta anak dengan riwayat malnutrisi juga menunjukkan peningkatan risiko terhadap kejadian NDD secara signifikan.
Kesimpulan: Riwayat pemberian ASI parsial dan tidak mendapatkan ASI sama sekali serta riwayat malnutrisi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak usia 3–6 tahun. Hasil ini menegaskan pentingnya promosi ASI eksklusif dan intervensi gizi sebagai strategi preventif untuk menurunkan kejadian NDD.
Kata Kunci:
ASI, Malnutrisi, Neurodevelopmental Disorders, Anak, Malang
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

