Evaluasi Histologi Glomerulus dan Sel Tubulus Ginjal Mencit: Perubahan Akibat Induksi Rotenone dan Pengaruh Pemberian Thymoquinone serta Madecassoside

Tsuraya Haanii, Arif Yahya, Shinta Kusumawati

Abstract


ABSTRAK

 

Pendahuluan: Penelitian ini mengevaluasi nefroprotektif thymoquinone, madecassocide, dan kombinasinya terhadap kerusakan ginjal akibat rotenone pada mencit. Rotenone, neurotoksin, memicu stres oksidatif dan kerusakan sel ginjal.

Metode: Studi in vivo ini menggunakan 24 mencit jantan Swiss (delapan kelompok). Tujuh kelompok diinduksi rotenone (2,5 mg/kg subkutan). Perlakuan oral diberikan setiap 48 jam selama 20 hari: thymoquinone tunggal (15 mg/kg), madecassocide tunggal (15 mg/kg), kombinasi thymoquinone (7,5; 10; atau 15 mg/kg) dengan madecassocide (15 mg/kg), dan pramipexole (1 mg/kg). Perlindungan dinilai melalui histologi ginjal (diameter glomerulus, persentase nekrosis tubulus proksimal) menggunakan pewarnaan HE dan Image J. Data dianalisis dengan uji ANOVA Welch dan Kruskal-Wallis.

Hasil: Hasil statistic, rotenone 2,5 mg/kg tidak mengubah diameter glomerulus (p=0,091), namun meningkatkan nekrosis sel tubulus signifikan pada kontrol positif (p=0,046) Madecassocide tunggal (P2) dan kombinasinya (P3, P4, P5) secara signifikan menurunkan nekrosis sel tubulus dibanding kontrol positif. Thymoquinone tunggal dosis tinggi (P1, 15 mg/kg) juga efektif (p=0,046), namun P1 dan P3 belum sepenuhnya normal. Pramipexole (P6) tidak signifikan mengurangi nekrosis tubulus (p=0,072).

Kesimpulan: Rotenone 2,5 mg/kg tidak mempengaruhi diameter glomerulus, rotenone efektif meningkatkan nekrosis sel tubulus. Madecassocide dan kombinasinya efektif mengurangi nekrosis tubulus. Thymoquinone tunggal dan kombinasi dosis rendah juga protektif, meski belum mencapai normal. Pramipexole tidak menunjukkan efek nefroprotektif signifikan.

Kata Kunci: Nefroproteksi, Nefrotoksik, Rotenone, Thymoquinone, Madecassoside, Stres Oksidatif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.