Senyawa Flavonoid Dari Bunga Hibiscus sabdariffa dalam Menghambat Protein Biofilm Klebsiella pneumoniae luxS Dan MrkH : Studi In Silico
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan : Infeksi nosokomial Klebsiella pneumoniae dalam kemampuannya dalam membentuk biofilm menyebabkan resistensi antibiotik diperantarai protein biofilm MrkH dan luxS. Senyawa flavonoid dari bunga Hibiscus sabdariffa dapat berpotensi sebagai antibiofilm, namun mekanisme efek antibiofilm tersebut terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae belum diketahui.
Metode : Penelitian komputasi penambatan molekuler dengan perangkat lunak pyRx dilakukan pada protein mrkH (5EJL) dengan C2E sebagai kontrol dan LuxS (5E68) dengan SRH sebagai kontrol. Penambatan dengan 7 Senyawa flavonoid bunga Hibiscus sabdariffa, kemudian analisa afinitas ikatan dibanding kontrol dilihat dari nilai energi ikatan bebas dan residu asam amino.
Hasil : Energi ikatan bebas dan kesamaan residu asam amino dengan kontrol didapatkan senyawa yang berpotensi sebagai antibiofilm terhadap protein target MrkH yaitu Tiliroside (∆G -9.6 kkal/mol, HIS67), quercetin-3-rutinoside (∆G -9 kkal/mol, GLN105), dan kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -9 kkal.mol, HIS67), sedangkan pada protein LuxS yaitu Myricetin (∆G -8.8 kkal/mol, TYR88, GLU57, HIS58) dan Quercetin (∆G -8.5 kkal/mol, GLU57, TYR88). Hal ini menunjukkan senyawa flavonoid bunga Hibiscus sabdariffa dapat berpotensi sebagai antibiofilm Klebsiella pneumoniae.
Kesimpulan : Senyawa flavonoid pada bunga Hibiscus sabdariffa berpotensi sebagai antibiofilm Klebsiella pneumoniae. Dalam penelitian ini senyawa menunjukkan aktivitas potensinya yaitu, Tiliroside, quercetin-3-rutinoside, dan kaempferol-3-O-sambubioside melalui pengikatan langsung ke protein pembentuk biofilm MrkH, sedangkan senyawa Myricetin dan Quercetin menunjukkan aktivitas potensinya pada protein LuxS.
Kata Kunci : MrkH, LuxS, Biofilm, Klebsiella pneumoniae, Hibiscus sabdariffa, In Silico
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

