PENGARUH PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN DAN SWAMEDIKASI DENGAN MENGGUNAKAN HERBAL TERHADAP Quality of Life PADA PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SISIR KOTA BATU
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Hipertensi esensial merupakan salah satu gangguan sistem kardiovaskular yang ditandai dengan
tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg berdasarkan pemeriksaan
berulang. Prevalensi hipertensi masih tinggi di indonesia, termasuk di kota batu jawa timur. Hipertensi dapat
mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencarian
layanan kesehatan dan swamedikasi herbal pasien di wilayah kerja puskuesmas sisir kota batu terhadap kualitas
hidupnya.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Responden adalah pasien Puskesamas Sisir Kota Batu yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Pengambilan data menggunakan kuisioner perilaku pencarian pelayanan kesehatan, ICAM-Q (International
Complementary and Alternative Medicine) dan WHOQOL-BREF The World Health Organization Quality of
Life Brief Version. Analisa korelasi perilaku pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi menggunakan herbal
dan QoL menggunakan uji Spearman dan uji komparasi menggunakan korelasi rank Spearman. Dikatakan
bermakna apabila p<0.05.
Hasil:Terdapat hubungan signifikan (p-value<0,05) perilaku pencarian pelayanan kesehatan masyarakat
puskesmas sisir sebagian responden dalam kategori baik terdapat sebanyak 57 responden (57%), sedangan
kategori buruk sebanyak 43 responden (43%). Tidak terdapat hubungan signifikan (p-value>0,05) antara
swamedikasi menggunakan herbal tanpa sepengetahuan dokter dengan jenis herbal ( Jahe , seledri, timun,sereh)
dengan alasan penggunaan berdasarkan kepercayaan tradisional dengan keefektifan jamu, antara perilaku
pencarian pelayanan kesehatan dengan tingkat QoL yang ditunjukkan dalam sebagian besar responden memiliki
QoL buruk 7 (7%), sedang 89(89%), baik 4 (4%) dengan 100 responden responden paling banyak perempuan
dengan suku jawa, tingkat pendidikan SD dan SMP .
Simpulan: Perilaku pencarian pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap QoL pasien hipertensi dan
swamedikasi menggunakan herbal tidak berpengaruh terhadap QoL pasien hipertensi.
Kata Kunci: Hipertensi, pengaruh perilaku pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi, Quality of Life
Pendahuluan: Hipertensi esensial merupakan salah satu gangguan sistem kardiovaskular yang ditandai dengan
tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg berdasarkan pemeriksaan
berulang. Prevalensi hipertensi masih tinggi di indonesia, termasuk di kota batu jawa timur. Hipertensi dapat
mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencarian
layanan kesehatan dan swamedikasi herbal pasien di wilayah kerja puskuesmas sisir kota batu terhadap kualitas
hidupnya.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Responden adalah pasien Puskesamas Sisir Kota Batu yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Pengambilan data menggunakan kuisioner perilaku pencarian pelayanan kesehatan, ICAM-Q (International
Complementary and Alternative Medicine) dan WHOQOL-BREF The World Health Organization Quality of
Life Brief Version. Analisa korelasi perilaku pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi menggunakan herbal
dan QoL menggunakan uji Spearman dan uji komparasi menggunakan korelasi rank Spearman. Dikatakan
bermakna apabila p<0.05.
Hasil:Terdapat hubungan signifikan (p-value<0,05) perilaku pencarian pelayanan kesehatan masyarakat
puskesmas sisir sebagian responden dalam kategori baik terdapat sebanyak 57 responden (57%), sedangan
kategori buruk sebanyak 43 responden (43%). Tidak terdapat hubungan signifikan (p-value>0,05) antara
swamedikasi menggunakan herbal tanpa sepengetahuan dokter dengan jenis herbal ( Jahe , seledri, timun,sereh)
dengan alasan penggunaan berdasarkan kepercayaan tradisional dengan keefektifan jamu, antara perilaku
pencarian pelayanan kesehatan dengan tingkat QoL yang ditunjukkan dalam sebagian besar responden memiliki
QoL buruk 7 (7%), sedang 89(89%), baik 4 (4%) dengan 100 responden responden paling banyak perempuan
dengan suku jawa, tingkat pendidikan SD dan SMP .
Simpulan: Perilaku pencarian pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap QoL pasien hipertensi dan
swamedikasi menggunakan herbal tidak berpengaruh terhadap QoL pasien hipertensi.
Kata Kunci: Hipertensi, pengaruh perilaku pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi, Quality of Life
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

