Uji Aktivitas Antiinflamasi dari Fraksi Kloroform dan Etil Asetat dari Ekstrak Etanol Gracilaria verrucossa sp. Dengan Metode Denaturasi Protein
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan : Proses fisiologis yang terjadi ketika suatu organ terluka disebut inflamasi. Penatalaksanaan
inflamasi dengan diberikan obat antiinflamasi golongan non steroidal anti inflammatory drugs (NSAID) dan
steroidal anti inflammatory drugs (SAID) yang memiliki efek samping pada lambung, ginjal, dan kardiovaskular.
G verrucosa merupakan alga merah yang memiliki kandungan bahan aktif flavonoid sehingga dapat dijadikan
sebagai alternatif antiinflamasi dari bahan alam.
Metode : Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan mengggunakan
metode maserasi kinetic menggunakan larutan etanol. Ekstrak etanol di lanjutkan dengan fraksinasi menggunakan
pelarut etil asetat, dan kloroform. Uji antiinflamasi mengggunakan metode denaturasi Bovine Serum Albumin
(BSA) dengan variasi konsentrasi 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm dan 1000 ppm, dan natrium diklofenak
sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran rendemen dan %inhibisi dianalisis menggunakan Statistical Product
and Service Solution (SPSS) 26, melakukan uji normalitas, homogenitas dengan taraf signifikan p>0,05 dengan
sphiro-wilk. Kemudian dilanjutkan dengan analisis T-test.
Hasil : Penghitungan rendemen didapatkan hasil tertinggi pada fraksi kloroform sebesar 0,184%. Fraksi kloroform
mempunyai kandungan metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin dan saponin.
Sedangkan fraksi etil asetat mengandung saponin, alkaloid serta terpenoid. Aktivitas antiinflamasi (IC50 ) yang
paling tinggi adalah fraksi kloroform sebesar 144 μg/mL. Hasil analisis statistic pengaruh perbedaan pelarut pada
fraksi berbeda secara signifikan terhadap rendemen dan %inhibisi p<0,05.
Kesimpulan : Fraksi kloroform pada ekstrak etanol G verrucosa memiliki aktivitas antiinflamasi tergolong kuat
Kata kunci : Gracilaria verrucosa, etanol, etil asetat, kloroform, BSA, Antiinflama
Pendahuluan : Proses fisiologis yang terjadi ketika suatu organ terluka disebut inflamasi. Penatalaksanaan
inflamasi dengan diberikan obat antiinflamasi golongan non steroidal anti inflammatory drugs (NSAID) dan
steroidal anti inflammatory drugs (SAID) yang memiliki efek samping pada lambung, ginjal, dan kardiovaskular.
G verrucosa merupakan alga merah yang memiliki kandungan bahan aktif flavonoid sehingga dapat dijadikan
sebagai alternatif antiinflamasi dari bahan alam.
Metode : Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan mengggunakan
metode maserasi kinetic menggunakan larutan etanol. Ekstrak etanol di lanjutkan dengan fraksinasi menggunakan
pelarut etil asetat, dan kloroform. Uji antiinflamasi mengggunakan metode denaturasi Bovine Serum Albumin
(BSA) dengan variasi konsentrasi 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm dan 1000 ppm, dan natrium diklofenak
sebagai kontrol positif. Data hasil pengukuran rendemen dan %inhibisi dianalisis menggunakan Statistical Product
and Service Solution (SPSS) 26, melakukan uji normalitas, homogenitas dengan taraf signifikan p>0,05 dengan
sphiro-wilk. Kemudian dilanjutkan dengan analisis T-test.
Hasil : Penghitungan rendemen didapatkan hasil tertinggi pada fraksi kloroform sebesar 0,184%. Fraksi kloroform
mempunyai kandungan metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin dan saponin.
Sedangkan fraksi etil asetat mengandung saponin, alkaloid serta terpenoid. Aktivitas antiinflamasi (IC50 ) yang
paling tinggi adalah fraksi kloroform sebesar 144 μg/mL. Hasil analisis statistic pengaruh perbedaan pelarut pada
fraksi berbeda secara signifikan terhadap rendemen dan %inhibisi p<0,05.
Kesimpulan : Fraksi kloroform pada ekstrak etanol G verrucosa memiliki aktivitas antiinflamasi tergolong kuat
Kata kunci : Gracilaria verrucosa, etanol, etil asetat, kloroform, BSA, Antiinflama
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

