Potensi Fraksi Etil Asetat Rimpang Lengkuas Putih(Alpinia galanga W) Sebagai Penghambat dan Penghancur Biofilm Staphylococcus aureus

Andromeda Kharisa Azzahra, Citra Destya Rahma, Rio Risandiansyah

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan : Biofilm adalah komunitas bakteri yang mampu terbentuk di permukaan peralatan medis dan menjadi fokus infeksi, yang menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan dan kualitas perawatan pasien. Pengelolaan biofilm memerlukan senyawa baru yang dapat menghambat pembentukannya atau menghancurkan biofilm yang telah terbentuk. Alpinia galanga W (lengkuas putih) adalah rimpang yang banyak ditemukan di Indonesia dan mempunyai aktivitas berupa antimikroba kuat tpadabakteri Gram-positif, namun, potensinya untuk aktivitas antibiofilm belum diketahui.

Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian in vitro untuk menguji rusaknya biofilm yang diakibatk\an pemberian sampel lengkuas putih. Simplisia lengkuas dimaserasi menggunakan etanol 96% dan difraksinasi untuk memperoleh fraksi etil asetatnya, diuapkan, dan disuspensi menggunakan DMSO 3%. Biofilm diukur dengan metode pewarnaan kristal violet yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 585 nm. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA (p<0,05).

Hasil : Efektif pada penghancuran biofilm yang telah terbentuk sebelum (preformed biofilm) diperoleh pada fraksi etil asetat pada dosis 500 ppm sebesar 64,7%.

Kesimpulan : Fraksi etil asetat dosis 500 ppm dapat menghancurkan biofilm Staphylococcus aureus yang telah terbentuk.

Kata kunci : Staphylococcus aureus, Alpinia galanga W, Antibiofilm, Etil asetat.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.