HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN RIWAYAT USIA IBU DAN STATUS GIZI IBU SAAT HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PUJON
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan : Kasus kejadian stunting di Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia dan ke-2 di Asia pada tahun 2020. Penyumbang kejadian stunting paling tinggi di Kabupaten Malang adalah Kecamatan Pujon dan Desa Wiyurejo merupakan desa dengan prevalensi tertinggi. Desa Wiyurejo menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Malang sejak tahun 2018. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menggali faktor risiko sebelum lahir (riwayat usia ibu dan status gizi ibu saat hamil) untuk membantu mengatasi permasalah stunting.
Metode : Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. jumlah sampel sebesar 100 balita beserta ibu balita dengan rincian 50 balita stunting beserta ibu dan 50 balita tidak stunting beserta ibu usia balita 12-60 bulan di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon. Data sekunder diperoleh dari catatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mengenai usia ibu dan lingkar lengan atas selama hamil untuk mengetahui status gizi ibu saat hamil, data wawancara berupa biodata ibu dan anak, serta data puskesmas berupa jumlah keseluruhan anak stunting di Desa Wiyurejo. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh usia ibu saat hamil terhadap kejadian stunting (p-value < 0,275) dan terdapat pengaruh status gizi ibu saat hamil terhadap kejadian stunting (p-value > 0,032).
Kesimpulan : Usia ibu saat hamil tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting dan status gizi ibu saat hamil berpengaruh terhadap kejadian stunting.
Kata Kunci : Stunting, Usia ibu saat hamil, status gizi ibu saat hamil, balita usia 12-60 bulan.
*Korespondensi : dr. Sri Fauziyah, M.Biomed, Sp. A
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

