DIABETES MELITUS TIPE 2 BERISIKO TERJADINYA DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) yang tidak terkontrol menyebabkan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Komplikasi makrovasukar dapat berupa penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah perifer. Komplikasi mikrovaskuler dapat berupa neuropati atau kerusakan saraf, nefropati, dan retinopati. Komplikasi neurovaskular dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual pada wanita (female sexsual disfunction/FSD). FSD merupakan gangguan fungsi seksual dimana keadaan ketika tidak mampu untuk memulai atau mempertahankan aktivitas seksual. Penelitian ini bertujuan untuk memberi uraian tentang risiko disfungsi seksual pada wanita dengan penyakit diabetes melitus tipe 2.
Metode: Narrative review ini menggunakan artikel atau jurnal baik itu artikel penelitian, artikel review, maupun uji klinis yang diterbitkan dalam bahasa internasional (Inggris) maupun bahasa Indonesia. Artikel ilmiah didapatkan melalui pencarian pada Google Schoolar, Google Cendekia, PubMed NCBI, dan ResearchGate. Pencarian artikel ilmiah difokuskan pada jurnal yang terbit pada tahun 2008-2022 dengan total jumlah artikel ilmiah yang masuk sebagai kriteria review adalah 30 artikel.
Hasil: Pada kejadian penyakit diabetes melitus tipe 2 terjadi peningkatan reactive oxygen species (ROS). ROS akan menyebabkan kerusakan vaskular dan saraf sehingga dapat mengakibatkan perubahan struktural dan fungsional vagina.
Kesimpulan: Peningkatan durasi diabetes melitus tipe 2 berpengaruh terhadap meningkatnya risiko disfungsi seksual pada wanita.
Kata Kunci: Durasi Diabetes Melitus, Komplikasi, Hiperglikemia, Reactive Oxygen Species, Nitric Oxide, Female Sexsual Disfunction
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

