Potensi Kombinasi Benalu Teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) dan Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra) Terhadap Fungsi Ginjal: Tinjauan Naratif

Yomabinanda Luhur Priambudi, Rosaria Dian, Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, Erna Sulistyowati

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Benalu teh (Scurrula atropurpurea) dan benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) merupakan tumbuhan parasit yang digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan flavonoid, tanin, dan saponin. Kombinasi kedua tanaman tersebut dilaporkan aman untuk fungsi ginjal pada uji pre-klinis. Namun, data klinis pada manusia masih terbatas. Narrative review ini bertujuan merangkum penelitian terkait efek kedua tumbuhan tersebut pada parameter fungsi ginjal dan mekanisme flavonoid dalam menjaga kesehatan ginjal.

Metode: Tinjauan naratif (Narative Review) dilakukan dengan mencari artikel pada PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate (1995-2023) dengan fokus pada pengaruh Scurrula atropurpurea dan Dendrophthoe pentandra terhadap parameter fungsi ginjal. Total 23 artikel dipilih, termasuk uji klinik, studi pre-klinis, dan ulasan sistematis.

Hasil: Scurrula atropurpurea dan Dendrophthoe pentandra mengandung flavonoid seperti kuersetin dan rutin yang berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Flavonoid menstabilkan UCR melalui inhibisi jalur NF-κB, reduksi sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α), dan peningkatan sintesis nitric oxide (NO) untuk memperbaiki perfusi ginjal. Pada eGFR, flavonoid melindungi glomerulus dari stres oksidatif melalui aktivasi jalur Nrf2 dan meningkatkan vasodilatasi arteriol. Kedua mekanisme tersebut mampu menjaga fungsi ginjal dalam kondisi optimal

Simpulan:Scurrula atropurpurea dan Dendrophthoe pentandra berpotensi memicu efek antioksidan dan anti-inflamasi yang mampu menjaga fungsi ginjal tetap optimal

Kata Kunci:  Scurrula atropurpurea; Dendrophthoe pentandra; fungsi ginjal.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.