FREKUENSI DAN DURASI ISTIRAHAT SERTA INTENSITAS PENCAHAYAAN BERPENGARUH TERHADAP COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Gadget adalah bagian penting dan tidak terpisahkan di zaman modern sekarang ini, yang mana teknologi gadget membantu hampir semua kegiatan manusia, termasuk mahasiswa. Penggunaan gadget dengan frekuensi dan durasi istirahat yang kurang serta intensitas pencahayaan yang kurang atau berlebih dapat meningkatkan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS). CVS meliputi gejala pada mata, penglihatan dan diluar mata yang terkait dengan penggunaan gadget. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan durasi istirahat serta intensitas pencahayaan terhadap CVS.
Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik, kuantitatif, cross-sectional, dengan 181 mahasiswa kedokteran tingkat 2 dan 3 sebagai responden (total sampling). CVS dinilai menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q), frekuensi dan durasi istirahat didapatkan melalui kuesioner, dan intensitas cahaya diukur menggunakan lux-meter. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square untuk pengaruh dan uji korelasi Lambda untuk rasio peluang.
Hasil: Dari 181 responden berusia sekitar 18-22 tahun didapatkan 88 orang (48%) menderita CVS dengan skor CVS-Q (9,65 ± 3,43). Sebanyak 102 responden (56,35%) beristirahat setelah lebih dari 20 menit dan 96 orang (53%) beristirahat kurang dari 20 detik setiap kalinya. Intensitas pencahayaan yang tidak seimbang antara layar gadget dengan ruangan didapatkan pada 50,82% responden (92 orang). Uji Chi-square mendapatkan p value=0,000 untuk variabel frekuensi dan durasi istirahat serta intensitas pencahayaan terhadap skor CVS-Q.
Simpulan: Terdapat pengaruh frekuensi dan durasi istirahat serta intensitas pencahayaan terhadap skor CVS.
Kata Kunci: mahasiswa, frekuensi istirahat, durasi istirahat, intensitas pencahayaan, skor CVS
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

