POTENSI ANALGESIK DEKOKTA RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR

Manunal Ahna, Andri Tilaqza, Zainul Fadli

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Rasa nyeri dikenal dengan suatu kejadian yang tidak enak pada sensorik dan emosi akibat dari jaringan yang rusak secara aktual dan potensional. Rasa nyeri ditimbulkan oleh impuls mekanis maupun kimiawi sehingga dapat mencetuskan jaringan yang rusak. Penelitian yang saya lakukan berguna untuk potensi rambut jagung sebagai obat herbal. Rambut jagung merupakan herbal yang mengandung minyak atsiri, steroid, alkaloid, alantonin, tannin, asam klorogenat, dan flavonoid. Senyawa dalam rambut jagung yang berpotensi seperti yang dikemukakan pada penelitian memiliki efek anti nyeri yaitu flavonoid dengan mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase.

Metode: Penelitian ini dilaksanakan secara in vivo tikus jantan putih galur wistar yang diujikan dengan memberikan ekstraksi dari hasil dekok rambut pada jagung (Zea mays L.). Uji analgesik dilakukan dengan metode paw pressure test pada alat analgesymeter yang diamati tiap 30 menit selama 4 jam. Hasil dianalisa dengan Oneway anova dengan p<0,05 diangap signifikan.

Hasil: Hasil skrining pada fitokimia memperlihatkan ekstrak dekokta rambut pada jagung menghasilkan flavonoid, saponin, alkaloid. Persentase penghambatan analgesik ekstrak dekokta rambut jagung 125, 250 dan 500 mg/kgBB adalah 31,45 %, 32.22%, dan 28.18%. hampir sama dengan asam mefenamat dengan dosis 9mg sebagai kontrol positif sebesar 32,69 %, Ekstrak dekokta rambut jagung 125 dan 250mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik yang signifikan (p<0,05).

Kesimpulan: Rambut pada jagung (Zea mays L.) memiliki zat aktif alkaloid, flavonoid dan saponin yang memiliki efek sebagai analgesik.

Kata Kunci: Dekokta., analgesik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.