POSISI KERJA DAN MASA KERJA MEMPERBERAT KELUHAN KNEE PAIN DAN FOOT PAIN PADA PEKERJA BURUH ANGKUT DI KABUPATEN MALANG

Syntha Zakiyah Camelina, Rosaria Dian Lestari, Erna Sulistyowati

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Pekerja buruh angkut sering mengalami Musculosceletal Disorder (MSDs) terutama knee pain dan foot pain yang mengakibatkan nyeri pada sendi genu dan talocruralis sehingga mengganggu efektifitas pekerjaan. Namun penelitian yang membahas faktor-faktor risiko terjadinya keluhan knee pain dan foot pain pada buruh angkut belum banyak diketahui sehingga perlu diteliti.

Metode: Penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional dilakukan pada 101 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Posisi kerja dievaluasi dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA), indeks massa tubuh dievaluasi dengan timbangan dan stadiometer, dan masa kerja dievaluasi dengan riwayat lama kerja sebagai buruh angkut. Keluhan knee pain dievaluasi dengan knee injury and osteoarthritis outcome score (KOOS) dan foot pain dievaluasi dengan foot and ankle injury outcome score (FAOS). Data dianalisa dengan nilai p <0,05 dianggap signifikan dan nilai r >0,59 dianggap berkorelasi kuat.

Hasil: Seluruh responden bekerja dalam posisi yang tidak ergonomis dengan risiko sedang sebanyak 41,58% dan risiko tinggi sebanyak 58,41%. Sebanyak 44,55% responden bekerja selama ≤5 tahun dan 55,44% responden telah bekerja >5 tahun. Hasil analisa posisi kerja terhadap knee pain didapatkan p 0,023 dan r 0,271 serta terhadap foot pain didapatkan p 0,037 dan r 0,375. Hasil analisa masa kerja terhadap knee pain didapatkan p 0,003 dan r 0,420 serta terhadap foot pain didapatkan p 0,001 dan r 0,260. Hal ini menunjukkan keergonomisan yang buruk seperti beban barang berlebih dan buruknya postur tubuh dapat menyebabkan keluhan knee pain dan foot pain, serta semakin lama masa kerja maka semakin lama paparan yang dialami pekerja sehingga semakin besar pekerja mengalami keluhan knee pain dan foot pain.

Kesimpulan: Posisi kerja yang tidak ergonomis dan masa kerja yang lebih lama memiliki pengaruh terhadap keluhan knee pain dan foot pain. Sedangkan, IMT tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keluhan knee pain dan foot pain.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.