TEH HIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI ADJUVAN ANTIBIOTIK Amoksisilin TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

Erisal Fitisya Rakhman, Hardadi Airlangga, Rio Risandiansyah

Abstract


ABSTRAK      

Pendahuluan: Herbal teh hijau (Camellia sinensis) merupakan salah satu herbal yang dipercaya memiliki potensi antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai adjuvan dari antibiotik yang sudah ada. Interaksi herbal – antibiotik menguntunggkan, merugikan atau tisak berinterkasi. Penelitian ini menilai interaksi dari perubahan daya hambat amoksisilin pada kombinasi produk herbal teh hijau (Camellia sinensi) pada Staphylococcus aureus.

Metode: Penelitian ini adalah uji laboratorik secara in vitro yang menguji daya hambat kombinasi herbal dengan antibiotik terhadap  S. aureus. Amoksisilin 25 µg tunggal dikombinasikan dengan produk herbal teh hijau (Camellia sinensis) dengan lima variasi dosis dari 100.000 ppm – 6.250 ppm. Menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) dan diuji secara statistik.

Hasil: Diameter zona hambat dari amoksisilin 25 µg tunggal adalah 55,93±2,84 mm. Kombinasi herbal teh hijau (Camellia sinensis)  dengan amoksisilin 25 µg tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) pada dosis 100.000 dan 50.000 ppm dengan zona hambat 55,80 ± 2,27 dan 55,67 ± 3,01 mm pada  S. aureus. Sedangkan diameter zona hambat kombinasi herbal (Camellian sinensis) pada dosis 25.000, 12.500, dan 6.250 menurun secara signifikan (P<0,05) dengan diameter 53,02 ± 1,76; 50,12 ± 0,13 dan 50,30 ± 1,11 mm pada  S.aureus.

Kesimpulan: Kombinasi herbal teh hijau (Camellia sinensis) dengan amoksisilin 25 µg tidak berpengaruh pada aktivitas antibiotik pada dosis 100.000 dan 50.000 ppm tetapi memiliki potensi menurunkan aktivitas antibiotik pada dosis 25.000, 12.500 dan 6.250 ppm dalam menghambat bakteri S.aureus.

Kata Kunci: Camellia sinensis, Adjuvan Antibiotik, Kombinasi Herbal dan Antibiotik


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.