PEMBENTUKAN BIOFILM S. AUREUS PADA KATETER LATEKS LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN DENGAN KATETER PVC DAN SILIKON
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Prevalensi Catheter Assosiated Urinary Tract Infection (CAUTI) mayoritas terjadi karena adanya
biofilm dan lebih sering terdeteksi pada penggunaan kateter lateks. Salah satu penyebab CAUTI adalah bakteri
Staphylococcus aureus yang mengawali pembentukan biofilm dengan adhesi pada permukaan kateter. Perbedaan
bahan kateter dapat mempengaruhi pembentukan biofilm, namun, hal ini belum banyak diteliti. Sehingga perlu
dilakukan penelitian tentang peran bahan kateter pada pembentukan biofilm oleh bakteri S. aureus
Metode: Penelitian eksperimental in vitro pembentukan biofilm oleh bakteri S. aureus dilakukan pada permukaan
bahan kateter lateks, PVC dan silikon. Pembentukan biofilm diukur dengan metode Total Plate Count (TPC) dan
Crystal Violet (CV) yang kemudian dibandingkan hasilnya. Biofilm pada metode TPC diukur dengan menghitung
jumlah koloni pada media Mannitol Salt Agar (MSA) dengan nilai satuan Log CFU/ml. Pembentukan dengan
metode CV dilakukan dengan mengukur absorbansi zat warna dari biofilm pada Panjang gelombang 535 nm. Data
statistic (p<0,05) dianggap signifikan.
Hasil: Hasil TPC pada bahan kateter lateks, silikon dan PVC 6,01 ± 0,30, 4,41± 0,82 dan 4,34 ± 0,43 Log CFU/ml
(p=0,000) dan hasil absorbansi CV pada lateks, silikon dan PVC 0,018 ± 0,10, 0,093 ± 0,06 dan 0,196 ± 0,12 Log
CFU/ml (p=0,003). Hal ini menunjukkan jumlah koloni pada kateter lateks lebih tinggi dibandingkan dengan
kateter silikon dan PVC dan hasil absorbansi PVC lebih tinggi dibandingkan dengan silikon dan lateks yang diduga
karena tingginya bias pada kelompok kontrol negatif pada lateks.
Kesimpulan: Biofilm S. aureus lebih mudah terbentuk pada kateter berbahan lateks dibandingkan kateter
berbahan PVC atau silikon.
Kata Kunci: Biofilm, Staphylcoccus aureus, lateks, silikon, PVC, TPC, CV
Pendahuluan: Prevalensi Catheter Assosiated Urinary Tract Infection (CAUTI) mayoritas terjadi karena adanya
biofilm dan lebih sering terdeteksi pada penggunaan kateter lateks. Salah satu penyebab CAUTI adalah bakteri
Staphylococcus aureus yang mengawali pembentukan biofilm dengan adhesi pada permukaan kateter. Perbedaan
bahan kateter dapat mempengaruhi pembentukan biofilm, namun, hal ini belum banyak diteliti. Sehingga perlu
dilakukan penelitian tentang peran bahan kateter pada pembentukan biofilm oleh bakteri S. aureus
Metode: Penelitian eksperimental in vitro pembentukan biofilm oleh bakteri S. aureus dilakukan pada permukaan
bahan kateter lateks, PVC dan silikon. Pembentukan biofilm diukur dengan metode Total Plate Count (TPC) dan
Crystal Violet (CV) yang kemudian dibandingkan hasilnya. Biofilm pada metode TPC diukur dengan menghitung
jumlah koloni pada media Mannitol Salt Agar (MSA) dengan nilai satuan Log CFU/ml. Pembentukan dengan
metode CV dilakukan dengan mengukur absorbansi zat warna dari biofilm pada Panjang gelombang 535 nm. Data
statistic (p<0,05) dianggap signifikan.
Hasil: Hasil TPC pada bahan kateter lateks, silikon dan PVC 6,01 ± 0,30, 4,41± 0,82 dan 4,34 ± 0,43 Log CFU/ml
(p=0,000) dan hasil absorbansi CV pada lateks, silikon dan PVC 0,018 ± 0,10, 0,093 ± 0,06 dan 0,196 ± 0,12 Log
CFU/ml (p=0,003). Hal ini menunjukkan jumlah koloni pada kateter lateks lebih tinggi dibandingkan dengan
kateter silikon dan PVC dan hasil absorbansi PVC lebih tinggi dibandingkan dengan silikon dan lateks yang diduga
karena tingginya bias pada kelompok kontrol negatif pada lateks.
Kesimpulan: Biofilm S. aureus lebih mudah terbentuk pada kateter berbahan lateks dibandingkan kateter
berbahan PVC atau silikon.
Kata Kunci: Biofilm, Staphylcoccus aureus, lateks, silikon, PVC, TPC, CV
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

