OBSERVASI PENGARUH SINDROMA MATA KERING DAN GANGGUAN FUNGSI PENGLIHATAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG MENGGUNAKAN KUESIONER SPEED DAN VFQ

Suci Marselina, Erna Sulistyowati, Ariani Ratri Dewi

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Sistem pembelajaran dalam jaringan dapat menyebabkan peningkatan penggunaan video display terminal (VDT) yang menjadi salah satu faktor resiko mengalami sindroma mata kering dan gangguan fungsi penglihatan seperti di Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UNISMA pada masa pandemi COVID-19. Penatalaksanaan sindroma mata kering menggunakan artificial tears seperti polyvinylpyrrolidone (PVP). Tingkat keparahan sindroma mata kering dan gangguan fungsi penglihatan dapat dievaluasi menggunakan kuesioner Standardized Patient Evaluation of Eye Dryness (SPEED) dan Visual Function Questionnaire (VFQ).

Metode: Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan metode one group pretest-posttest design. Terdapat 15 orang responden yang diberikan obat tetes mata PVP sediaan minidose sebanyak 6 (enam) kali sehari selama 2 (dua) minggu. Kuesioner SPEED dan kuesioner VFQ diberikan sebagai pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test, Wilcoxon signed rank test dan uji korelasi Spearman dan dikatakan signifikan apabila p < 0,05.

Hasil: Rata-rata pretest skor kuesioner SPEED adalah 11,40±5,26 dan skor posttest adalah 6,73±3,73, terdapat penurunan skor SPEED yang berarti semakin menurun hasilnya semakin baik. Rata-rata pretest skor VFQ adalah 77,97±12,45 dan skor posttest 82,99±11,82, terdapat hasil skor yang meningkat artinya hasilnya semakin baik. Pada sindroma mata kering dengan gangguan fungsi penglihatan menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan berdasarkan skor kuesioner SPEED dan VFQ setelah pemberian obat tetes mata PVP.

Kesimpulan: Obat tetes mata PVP sediaan minidose dapat memperbaiki gejala sindroma mata kering dan gangguan fungsi penglihatan. Dan tidak ada hubungan antara sindroma mata kering dengan gangguan fungsi penglihatan berdasarkan skor kuesioner SPEED dan VFQ setelah pemberian obat tetes mata PVP.

Kata Kunci: Sindroma mata kering, polyvinylpyrrolidone, gangguan fungsi penglihatan, kuesioner SPEED, VFQ


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.