PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN DAN SWAMEDIKASI DENGAN HERBAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP Quality of Life PADA PENYAKIT DMT-2 DI WILAYAH PUSKESMAS SISIR KOTA BATU
Abstract
Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan kondisi serius yang terjadi karena sekresi insulin yang rusak oleh sel pancreas dan ketidakmampuan jaringan sensitive insulin untuk merespon insulin (resistensi insulin). Perilaku pencarian pelayanan kesehatan adalah suatu tindakan mencari informasi pengobatan melalui berbagai media, guna untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Selain pengobatan dengan menggunakan obat antidiabetik, masyarakat banyak melakukan swamedikasi dengan menggunakan bahan alam, khususnya tanaman untuk mengobati penyakit DMT-2. Penyakit DMT-2 akan menyertai seumur hidup sehingga dapat mempengaruhi Quality of Life penderita.
Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik cross sectional dengan masyarakat puskesams sisir kota batu sebagai responden. Perilaku pencarian pelayanan kesehatan diukur dengan menggunakan kuesioner perilaku pencarian pelayanan kesehatan sedangkan swamedikasi herbal dengan menggunakan herbal diukur dengan menggunakan kuesioner I CAM-Q. Pada Quality of Life diukur dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF . Analisa data statistik menggunakan uji T tidak berpasangan dengan alternative Mann Whitney apabila data bersebar tidak normal.
Hasil: perilaku pencarian pelayanan kesehatan yang kurang baik dan swamedikasi herbal yang rendah menyebabkan kualitas hidup yang buruk
Simpulan: Perilaku pencarian pelayanan kesehatan dan swamedikasi herbal berpengaruh terhadap kualitas hidup. Jenis herbal yang paling banyak dikonsumsi adalah Jahe (Zingiber officinale).
Kata Kunci: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT-2), pengaruh perilaku pencarian pelayanan kesehatan, swamedikasi, Quality of Life
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

