PENGARUH GANGGUAN TIDUR DAN PARAMETER JENIS KELAMIN TERHADAP PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA SMP WAHID HASYIM MALANG

Irnanda Rizka Andira, Dewi Martha Indria, Fenti Kusumawardhani Hidayah

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Tidur memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan remaja. Namun, kejadian gangguan tidur pada remaja di Indonesia semakin meningkat. Remaja dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami gangguan tidur daripada laki-laki. Gangguan tidur memiliki kaitan dengan terjadinya miopia akibat hubungan antara jalur yang mengatur tidur dan pertumbuhan bola mata. Kejadian miopia di Indonesia telah mencapai 48,1%. Miopia lebih sering ditemukan pada remaja perempuan daripada laki-laki. Hal tersebut dapat terjadi karena status pubertas berkaitan dengan hormon perempuan dan perilaku selama pubertas.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 216 siswa yang memenuhi syarat penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), snellen chart, ARK dan trial lens. Untuk mengetahui pengaruh gangguan tidur dan jenis kelamin terhadap miopia, maka dilakukan uji analisa menggunakan chi square dengan nilai signifikansi p <0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji regresi logistik pada variabel yang memiliki nilai signifikansi p <0,05.

Hasil: Responden penelitian ini berjumlah 216 siswa kelas VII-IX dengan rentang usia 12-16 tahun yang terdiri atas 101 laki-laki dan 115 perempuan. Pada hasil kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index didapatkan bahwa siswa yang memiliki skor > 5 (tidur buruk) adalah sebanyak 50,5%. Siswa dikatakan miopia berdasarkan pemeriksaan menggunakan ARK dan trial lens dengan konversi nilai spherical equivalent ≤ -0.50 D. Sehingga siswa yang terdiagnosis miopia adalah sebanyak 34,3%. Hasil uji chi square data jenis kelamin terhadap miopia yang didapat adalah p=0.688. Selanjutnya hasil uji regresi logistik data gangguan tidur terhadap miopia yang didapat adalah p=0.028.

Kesimpulan: Gangguan tidur mempengaruhi miopia dan perempuan lebih banyak mengalami miopia daripada laki-laki pada siswa SMP Wahid Hasyim Malang.

Kata Kunci: jenis kelamin; gangguan tidur; miopia; usia remaja


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.