UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum) DENGAN PENDEKATAN IN VIVO
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Inflamasi terbentuk dari respon proteksi tubuh saat mengalami adanya kerusakan sel yang ditimbulkan oleh agen zat asing. Jahe emprit merupakan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan. Rimpang jahe emprit mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, fenolik, dan triterpenoid yang menunjukkan efek antiinflamasi. Penelitian ini ada untuk membuktikan adanya efek antiinflamasi ekstrak etanol jahe emprit dalam sediaan topikal.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan pembuatan krim ekstrak etanol jahe emprit. Induksi inflamasi dilakukan dengan pemberian larutan karagenan 1% pada telapak kaki tikus dan pemberian kelompok sediian uji ekstrak konsentrasi 5%, 10% dan 20%, basis krim (kontrol negatif) dan voltaren (kontrol positif). Pengukuran tebal telapak kaki tikus dilakukan pada tiap 1 jam selama 6 jam setelah injeksi dengan larutan karagenan menggunakan jangka sorong. Data hasil pengukuran dianalisais secara statistik dengan uji One Way ANOVA dan dilakukan uji LSD dengan taraf signifikan p<0,05.
Hasil: Uji skrining fitokimia membuktikan bahwa pada jahe emprit terkandung senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan triterpenoid. Berdasarkan perhitungan persentase edema pada konsentrasi 20% memiliki nilai paling kecil, yaitu 31,8% dan pada konsentrasi 5% dan 10% memiliki rerata persen radang secara beturut-turut sekitar 37,5% dan 36,7%. Hasil analisis menunjukkan seluruh kelompok uji memiliki hasil yang signifikan dengan kontrol negatif (p<0,001).
Kesimpulan: Ekstrak etanol jahe emprit pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% memiliki potensi efek aktivitas antiinflamasi dengan pemberian secara topikal.
Kata kunci: Jahe emprit; Etanol; Inflamasi;Topikal
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

