POSISI DAN DURASI KERJA MENJADI FAKTOR RISIKO KELUHAN NYERI LEHER DAN BAHU PADA PENJAHIT RUMAHAN DI KOTA MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Nyeri leher dan nyeri bahu pekerja behubungan dengan posisi kerja yang kurang tepat sehingga dapat menyebabkan kelainan sistem muskuloskeletal apabila dibiarkan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi kerja dan durasi kerja terhadap keluhan nyeri leher dan bahu pada penjahit di Kota Malang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi yang berfokus pada artikel atau jurnal yang telah diterbitkan dalam bahasa internasional (Inggris) dan bahasa Indonesia. Artikel ilmiah yang digunakan dalam penelitian ini ditemukan melalui pencarian di berbagai sumber, termasuk Google Scholar, Google Scholar Indonesia, PubMed NCBI, dan ResearchGate. Penelusuran artikel ilmiah difokuskan pada jurnal yang diterbitkan dalam rentang tahun 2014 hingga 2021. Sebanyak 30 artikel ilmiah telah dipilih sebagai kriteria dalam tinjauan literatur ini.
Hasil: Penjahit di Kota Malang berisiko mengalami keluhan nyeri bahu dan leher yang lebih tinggi akibat bekerja dalam posisi kerja yang tidak ergonomis dan menjalani jam kerja yang panjang.
Kesimpulan: Posisi kerja dan durasi kerja berpengaruh terhadap keluhan nyeri leher dan nyeri bahu pada penjahit di Kota Malang.
Kata Kunci: Posisi Kerja, durasi kerja, nyeri leher, nyeri bahu
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

