POSISI KERJA, DURASI KERJA, INDEKS MASA TUBUH (IMT) MENJADI FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN DAN GANGGUAN AKTIVITAS GERAK LUMBAL PADA PENJAHIT DI KOTA MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) sebagai Work Musculosceletal Disorder (WMSDs) merupakan penyebab gangguan aktivitas gerak lumbal terutama pada penjahit rumahan. Posisi kerja, durasi kerja dan Indeks Masa Tubuh (IMT) diduga menjadi faktor risiko terjadinya keluhan LBP dan gangguan aktivitas gerak lumbal pada penjahit di kota Malang. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan artikel atau jurnal baik itu artikel penelitian, artikel review yang diterbitkan dalam bahasa internasional (Inggris) maupun bahasa Indonesia. Artikel ilmiah
didapatkan melalui pencarian pada Google Schoolar, Google Cendekia, PubMed NCBI, dan ResearchGate.
Pencarian artikel ilmiah difokuskan pada jurnal yang terbit pada tahun 2012-2021 dengan total jumlah artikel
ilmiah yang masuk sebagai kriteria review adalah 35 artikel.
Hasil: posisi kerja yang tidak ergonomis, durasi kerja yang lama serta Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang yang semakin tinggi akan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya keluhan Low back Pain dan peningkatan terjadinya gangguan aktivitas gerak lumbal terutama pada penjahit di kota Malang.
Kesimpulan: Posisi kerja, durasi kerja dan IMT berpengaruh terhadap keluhan LBP dan gangguan aktivitas gerak lumbal.
Kata Kunci: Posisi Kerja, Durasi Kerja, IMT, Low Back Pain, Gangguan Aktivitas Gerak Lumbal
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

