PEMBERIAN NIKEL MEMPERPANJANG FASE LAG KURVA PERTUMBUHAN NAMUN TIDAK MENURUNKAN SENSITIVITAS S. aureus PADA ANTIBIOTIK

Iva Nurdiani, Noer Aini, Rio Risandiansyah

Abstract


ABSTRAK

  Pendahuluan: Penggunaan nikel berpotensi mengontaminasi lingkungan dan berpengaruh pada populasi bakteri di alam. Nikel pada dosis tertentu masih digunakan oleh bakteri, namun akan bersifat toksik dan dapat menyebabkan kerusakan DNA yang berpotensi mempengaruhi resistensi antibiotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji hubungan antara paparan nikel [u1] dan sensitifitas S.aureus terhadap antibiotik.
Metode: Penelitian ini dilaksaakan secara eksperimental in vitro menggunakan bakteri S.aureus (104 CFU) yang dipaparkan dengan nikel dosis bertingkat yakni 1.95; 3.9; 7.8; 15.6; 31.25; dan 125 ppm selama 24 jam. Fase lag kurva pertumbuhan bakteri dinilai melalui pengukuran tingkat kekeruhan dengan spektrofotometeri dengan panjang gelombang OD600nm secara berkala selama 24 jam. Uji sensitivitas antibiotik dilakukan dengan metode disk diffusion pada antibiotik standar selama 24 jam (n=3). Hasil dianalisa dengan Kruskal wallis, dan Spearman test dengan p<0,05 dianggap signifikan.

Hasil: Fase lag kurva pertumbuhan bakteri S.aureus dipresentasikan dalam bentuk grafik dan dalam pengamatan didapatkan pemanjangan fase lag setelah jam ke 10, 12, dan 14 pada dosis nikel 1,95; 3,9; dan 7,8 ppm. Uji sensitivitas antibiotik trimethoprim, amoxicillin, kloramfenikol, tetrasiklin, dan meropenem tidak didapatkan perubahan yang signifikan. Hal ini diduga terjadi karena tidak semua mutasi dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik.

Kesimpulan: Bakteri S.aureus mengalami pemanjangan fase lag pada kurva pertumbuhan, namun tidak terjadi penurunan sensitivitas antibiotik.
Kata Kunci:
Resistensi Antibiotik., Fase lag., Nikel., Staphylococcus aureus.

 [u1]Nikel


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.