KOMBINASI CARBOXYMETHYL CELLULOSE DAN OMEGA 3 MEMPERBAIKI DRY EYE SYNDROME MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Fatimatuz Zahra, Dewi Martha Indria, Ariani Ratri Dewi

Abstract


 

Pendahuluan: Dry eye syndrome dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin karena faktor hormonal mampu mempengaruhi kerja kelenjar lakrimal dan Meibom. Pemberian kombinasi carboxymethyl cellulose (CMC) dan omega 3 pada pria dan wanita usia dewasa muda belum diketahui efektivitasnya, sehingga perlu dilakukan penelitian.

Metode: Desain penelitian quasi experimental pretest-posttest dengan 2 kelompok yaitu pria (n=8) dan wanita (n=8) yang diberikan kombinasi CMC dan omega 3 selama 2 minggu. Dry eye dievaluasi dengan tes Schirmer yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil dianalisis menggunakan uji komparasi independent t-test, dependent t-test, dan Mann-Whitney dengan nilai signifikansi p < 0,05.

Hasil: Nilai tes Schirmer sebelum perlakuan kelompok pria vs wanita adalah 4,93 ± 1,63 mm vs 5,06 ± .2,25 mm (p=0,091). Nilai tes Schirmer setelah perlakuan kelompok pria vs wanita adalah 17,06 ± 2,88 mm vs 16,50 ± 2,12 mm (p=0,664). Nilai tes Schirmer kelompok pria sebelum vs sesudah perlakuan adalah 4,93±1.63 mm vs 17,06 ± 2,88 mm (p=0,000). Nilai tes Schirmer kelompok wanita sebelum vs sesudah perlakuan adalah 5,06±2.25 mm vs 16.5±2.12 mm (p=0,000). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan nilai tes Schirmer sebelum dan setelah perlakuan, namun tidak ada perbedaan secara signifikan, sehingga kedua kelompok tersebut tetap dapat menggunakan terapi kombinasi dengan hasil yang baik.

Kesimpulan: Pemberian kombinasi CMC dan omega-3 selama dua minggu dapat memperbaiki hasil tes Schirmer baik pada kelompok pria maupun wanita. Perbaikan tersebut tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.

Kata Kunci: Carboxymethyl cellulose; omega-3; dry eye; jenis kelamin; tes Schirmer


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.