PERBEDAAN KUALITAS SUPERVISI KLINIK DAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI MAHASIWA KLINIK STASE MAJOR DAN MINOR SELAMA PEMBELAJARAN DARING FK UNISMA
Abstract
Pendahuluan: Pembelajaran daring merupakan sebuah inovasi di Indonesia. Kualitas supervisi klinik dan kemampuan belajar mandiri merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi kesuksesan pembelajaran daring. Penelitian mengenai kedua faktor tersebut belum pernah diteliti di rotasi klinik FK UNISMA, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui perbedaan kualitas supervisi klinik dan kemampuan belajar mandiri selama pembelajaran daring terhadap mahasiswa profesi FK UNISMA.
Metode: Penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional pada 166 mahasiswa profesi FK UNISMA menggunakan Clinical Teaching Effectiveness Instrument untuk mengukur kualitas supervisi klinik dan kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale untuk menilai kemampuan belajar mandiri. Data primer diambil dari hasil kuesioner dan wawancara. Kualitas supervisi klinik dibedakan menjadi 5 yakni Rendah (1,0-1,9), Sedang (2,0-2,9), Baik (3,0-3,9), Sangat baik (4,0-4,9), Luar biasa (5) sedangkan kemampuan belajar mandiri terdiri dari dibedakan menjadi 3 (tiga) Tinggi (132-200), Sedang (84-131), Rendah (<84). Analisis data menggunakan analisis deskriptif,uji Mann-Whitney dengan SPSS.
Hasil: Hasil penelitian mahasiswa stase major dan minor menunjukkan kualitas supervisi klinik dengan nilai probabilitas Sig 0.634 dan hasil kemampuan belajar mandiri menunjukkan nilai probabilitas Sig 0.012. Hasil      pada kualitas supervisi klinik tidak ditemukan adanya perbedaan, sedangkan kemampuan belajar mandiri menunjukkan perbedaan yang signifikan. Rerata peringkat untuk kualitas supervisi klinik stase major (87.21) dan stase minor (83.98) hasil ini menunjukkan tidak adanya perbedaan antar kedua stase dan hasil kemampuan belajar mandiri ditemukan rerata peringkat stase major (91.84) lebih tinggi dibandingkan stase minor (76.84).
Kesimpulan Kualitas supervisi klinik stase major dan stase minor tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Mahsiswa stase major memiliki kemampuan belajar mandiri lebih tinggi dibandingkan mahasiswa stase minor.
Kata kunci: Supervisi Klinik, Kemampuan Belajar Mandiri, Mahasiswa Klinik, Pembelajaran Daring
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

