DIABETES MELITUS TIPE 2 MENURUNKAN NILAI HANDGRIP TEST DAN GAIT SPEED TEST INDIVIDU DENGAN USIA DAN GENDER YANG SAMA DI MALANG RAYA

Zuhurul Layali, Yeni Amalia, Rahma Triliana

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Sarkopenia adalah salah satu bagian dari frailty syndrome (sindroma kelemahan) yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot yang dapat dideteksi dengan handgrip test dan gait speed test. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) diketahui mempercepat terjadinya sarkopenia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaaan hasil handgrip test dan gait speed test antara individu DMT2 dan non-DMT2 sebagai pembandingnya. Metode: Penelitian dengan studi Cross-sectional. Responden penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu DMT2 dan non-DMT2 dengan usia dan gender yang sama. Masing-masing kelompok akan dilakukan pemeriksaan kekuatan otot menggunakan handgrip test dan gait speed test. Data dianalisis dengan uji Independent T-Test dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi p <0.05. Hasil dan Pembahasan: Diabetes Melitus berbeda signifikan untuk handgrip test (p=0.001) dan gait speed test (p=0.000) pada kelompok DMT2 dan non-DMT2. HbA1c sebagai diagnostik DMT2 berhubungan signifikan dengan handgrip test (r=-0.346) maupun gait speed test (r=-0.401). Hal tersebut sejalan dengan sebagian besar studi penelitian sebelumnya yang menyatakan terdapat hubungan antara DMT2 dan penurunan kekuatan otot yang melibatkan proses reaksi inflamasi. Selain itu terdapat beberapa faktor lain yang berpengaruh, seperti usia, jenis kelamin dan aktivitas fisik. Kesimpulan: Diabetes Melitus berperan terhadap penurunan hasil handgrip test dan gait speed test pada kelompok DMT2 dan non-DMT2 sebagai kontrol berdasarkan usia dan jenis kelamin yang sama di Malang Raya. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Sarkopenia, Frailty Syndrome, Handgrip Test, Gait Speed Test.


Full Text:

PDF

References


Morley JE et al. Frailty consensus: a call toaction,

J. Am. Med. Dir. Assoc. 2013; 14: 392–397.

Fried LP et al. Frailty in older adults: evidence for a

pheno- type, J Gerontol A Biol Sci Med Sci. 2001;

(3): M146–56

Riskesdas, K. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar

(RISKESDAS), Journal of Physics A:

Mathematical and Theoretical. 2018; 44(8): 1–

Sinclair AJ. Diabetes in Old Age, West Sussex:

John Willey & Sons Ltd. 2009.

Ershler, WB dan Keller, ET. Age-associated

increased interleukin-6 gene expression, late-life

disease, and frailty, Annu Rev Med. 2000; 51: 245-

Cruz-Jentoft AJ et al. Sarcopenia: Revised

European consensus on definition and diagnosis,

Age and Ageing. 2019; 48(1): 16–31.

Vitriana V et al. Prevalensi sarkopenia pada lansia

di komunitas (community dwelling) berdasarkan

dua nilai cut-off parameter diagnosis sarcopenia

prevalence in community-dwelling elderly based on

two cut-off pints diagnosis parameters, Mkb. 2016;

(3): 164–170.

M. Özdirenç S. Biberoğlu, A. Özcan, Evaluation of

physical fitness in patients with type 2 diabetes

mellitus, Diabetes Res Clin Pract. 2003; 60: 171–

Kalyani RR, Tra Y, Yeh H, Egan JM, Ferrucci L,

Brancati FL. National Health and Nutrition

Examination Survey. 1999 – 2002. 2013; 769–75.

Maggio M, Ceda GP, Ticinesi A et al.

Instrumental and non- instrumental evaluation of 4-

meter walking speed in older individuals. PLoS

One 2016; 11: e0153583.

. Rydwik E, et al. Investigation into the reliability

and validity of the measurement of elderly people’s

clinical walking speed: a systematic review.

Physiother Theory Pract 2012; 28: 238–56.

NHANES. Muscle Strength Procedures Manual.

PERKENI. Pengelolaan dan Pencegahan

Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PERKENI.

Jakarta. 2015

Trisnawati SK, Setyorogo S. Faktor Risiko

Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas

Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012.

; 5(1): 6–11.

Sunjaya, I Nyoman. Pola Konsumsi Makanan

Tradisional Bali sebagai Faktor Risiko Diabetes

Melitus Tipe 2 di Tabanan. Jurnal Skala Husada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.