Studi Perbandingan Cemaran Bakteri pada Daging Sapi yang Diperdagangkan di Pasar Kota Malang
Abstract
Food is a basic human need, one of which is beef, which is widely consumed by Indonesians and can be found in traditional and modern markets. Bacterial contamination in beef is a source of disease risk for consumers. This study aims to compare the level of bacterial contamination in beef sold in traditional and modern markets in the city of Malang. This study uses a descriptive quantitative method. Beef samples were collected using purposive sampling at traditional and modern markets. Total Plate Count (TPC) testing was conducted using the pour plate method to determine the extent of bacterial contamination. Data analysis was performed using descriptive quantitative methods. The results of the Total Plate Count (TPC) showed an average value of 7.5 × 10⁶ CFU/g in traditional markets and 1.23 × 10⁵ CFU/g in modern markets. Descriptively, the number of mesophilic aerobic bacteria in traditional markets was higher than in modern markets. The TSP value in traditional markets exceeded the microbial contamination threshold referenced in SNI 7388:2009, which is 1 × 10⁶ CFU/g. Because the microbiological test revealed microbial contamination in food goods, better hygiene and sanitation are necessary for the handling and marketing of beef.
Keywords: Total Plate Count, Beef, Contamination, Traditional and Modern Markets
ABSTRAKPangan merupakan kebutuhan pokok manusia, salah satunya daging sapi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan dapat ditemukan di pasar tradisional maupun modern. Kontaminasi bakteri pada daging sapi merupakan sumber risiko penyakit bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan jumlah kontaminasi bakteri pada daging sapi yang dijual di kedua tipe pasar Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel daging sapi dilakukan secara purposive sampling di pasar tradisional dan modern. Pengujian Angka Lempeng Total (ALT) menggunakan metode pour plate untuk mengetahui besarnya kontaminasi bakteri. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil Angka Lempeng Total (ALT) menunjukkan rata-rata nilai sebesar 7,5 × 106 CFU/g dalam pasar tradisional serta pasar modern sebesar 1,23 × 105 CFU/g. Secara deskripsi, jumlah bakteri aerob mesofilik dalam pasar tradisional lebih banyak dibandingkan dengan pasar modern. Nilai ALT pada pasar tradisional telah melebihi batas maksimum kontaminasi mikroba mengacu pada SNI 7388:2009 yaitu 1 × 106 CFU/g. Hasil uji mikrobiologis menunjukkan adanya cemaran mikroba dalam produk pangan, sehingga diperlukan peningkatan higiene dan sanitasi dalam penanganan dan penjualan daging sapi.
Kata kunci: Angka Lempeng Total, Daging sapi, Kontaminasi, Pasar Tradisional dan Modern
Full Text:
PDFReferences
Y. Jamaluddin, F. Fitriani, S. Safrida, and W. Warjio, “Strategi dan Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Sumatera Utara,” J. Adm. Publik Public Adm. J., vol. 9, no. 1, p. 21, 2019, doi: 10.31289/jap.v9i1.2231.
S. E. Putri, K. Sinaga, and A. Rusdhi, “Uji Cemaran Bakteri E. coli dan Salmonella sp. Pada Daging Sapi Di Pasar Tradisional Kecamatan Hamparan Perak,” J. Pharm. Sci., vol. 6, no. 2, pp. 892–902, 2023, doi: 10.36490/journal-jps.com.v6i2.78.
D. B. M. S. Rumondor and M. Sp. M. S. Tamasoleng, Sanitasi dan Keamanan Pangan (Penangan Higienis Produk Olahan Hasil Ternak), vol. 1. 2021.
I. M. Alim, Faisal, and A. Syauqi, “Deteksi dan Analisis Keamanan Pangan Nasi Kuning dari Pasar Tradisional Kota Malang Terhadap Kontaminasi Bakteri Escherichia coli,” e-Jurnal Ilm. Mhs. Sains UNISMA Malang, vol. 3, no. 1, pp. 207–220, 2025.
L. Nirwana, Faisal, and M. Ramadhan, “Analisis Cemaran Bakteri Dengan Metode Angka Lempeng Total (ALT) Produk Jamu Temulawak (Curcuma xanthorrhiza),” e-Jurnal Ilm. Mhs. Sains UNISMA Malang, vol. 3, no. 1, pp. 86–90, 2025.
S. Apriliani, A. Syauqi, and R. D. Lisminingsih, “Uji Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) Sebagai Antibakteri pada Bakteri Escherichia coli,” J. Ilm. SAINS ALAMI, vol. 5, no. 1, pp. 15–20, 2021.
W. Sahani and R. I. Nasir, “Analisis Kondisi Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Coliform Pada Daging Sapi Di Pasar Terong Kota Makassar,” J. Sulolipu Media Komun. Sivitas Akad. dan Masy., vol. 19, no. 1, pp. 50–61, 2019.
K. T. Palupi, M. W. Adiningsih, T. Sunartatie, U. Afiff, and T. Punawarman, “Pengujian Staphylococcus aureus pada Daging Ayam Beku yang Dilalulintaskan Melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak,” 2010.
N. A. Aerita, T. E. Pawenang, and Mardiana, “Hubungan Higiene Pedagang dan Sanitasi Dengan Kontaminasi Salmonella Pada Daging Ayam Potong,” Aerita, Nugroho Asmorowati Pawernang, Tunggul Eram Mardiana, vol. 3, no. 4, pp. 9–11, 2014.
A. Permana and R. B. W, “Perbedaan Kandungan E. coli Daging Ayam di Pasar Tradisional Keputran Selatan dan Pasar Swalayan ‘X’ Kota Surabaya,” Indones. J. Public Heal., vol. 14, no. 1, p. 24, 2019, doi: 10.20473/ijph.v14i1.2019.24-36.
A. Martiana and W. Wijayanti, “Kualitas mikrobiologi, kimia, dan organoleptik daging sapi dari pasar tradisional sampai ke konsumen di bogor,” J. Ilm. Betahpa, vol. 02, no. 02, pp. 27–34, 2023.
DOI: http://dx.doi.org/10.33474/jimsum.v4i1.30592
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Publisher:
Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Islam Malang
Jl MT. Haryono No.193, Gedung B Lt. 1.
Editorial Address:
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






