ANALISIS SWOT TERHADAP PROGRAM GASTROPRENEUR DALAM MENDUKUNG UMKM KULINER DI MALANG CREATIVE CENTER (MCC)

Nabil Syaifullah Prasojo, Dadang Krisdianto, Khoiriyah Trianti

Sari


Program Gastropreneur yang digagas oleh MCC ialah bentuk dukungan inkubasi usaha yang ditujukan untuk menaikkan kapasitas UMKM kuliner di Kota Malang. Program ini meliputi serangkaian kegiatan, antara lain pelatihan, pendampingan intensif, penyediaan sarana usaha, hingga dukungan promosi. Penelitian ini berfokus pada analisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman) dengan memanfaatkan pendekatan SWOT. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropreneur memiliki kekuatan pada tersedianya fasilitas inkubasi, jaringan promosi yang aktif, dan dukungan manajerial yang memadai. Meskipun demikian, masih terdapat kelemahan seperti keterbatasan penguasaan teknologi digital oleh tenant serta lemahnya sistem pencatatan keuangan. Analisis SWOT menempatkan program pada posisi kuadran I dalam matriks IE, sehingga strategi yang tepat ialah strategi agresif, yakni memaksimalkan potensi internal untuk menangkap peluang eksternal, misalnya dengan memperluas cakupan program dan membangun kolaborasi strategis. Temuan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam memperkuat model inkubasi UMKM kreatif, khususnya di sektor kuliner, sehingga dapat mendukung perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang

Kata Kunci


UMKM Kuliner, Inkubasi Bisnis, Gastropreneur, Analisis SWOT

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alma, B. (2020). Kewirausahaan untuk Mahasiswa dan Umum. Bandung: Alfabeta.

Badan Pusat Statistik Kota Malang. (2024). Jumlah UMKM kuliner di Kota Malang.

Deanova, S., et al. (2023). Strategi Pengembangan Usaha (UKM) untuk Meningkatkan Citra Kota Malang di Wisata Kuliner dan Tempat Pariwisata. Cross-Border, 6(1).

Dokumen Malang Creative Center. (2024). Data Internal Malang Creative Center.

Kemenparekraf. (2022). Kontribusi Subsektor Ekonomi Kreatif terhadap PDB 2018–2020. Jakarta: Kemenparekraf.

Lisnawati. (2024). Tantangan UMKM dalam Menghadapi Pasar Digital. Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Setjen DPR RI.

Nasution, U. B., et al. (2024). Bisnis Kuliner: Teori dan Strategi Pengembangan Bisnis Kuliner. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia.

Prabowo, I. D. P., et al. (2024). Potensi Kuliner Lokal sebagai Daya Tarik Kota Malang. Jurnal Industri Pariwisata, 6(2). http://orcid.org/0000-0002-6371-2422

Primandari, A. N., et al. (2023). Strategi Pengembangan UMKM. Sleman: Deepublish.

Rangkuti, A. N. (2021). Modul Metode Penelitian. Padang: Perdana Mulya Sarana.

Rusiawan, W. (2019, 4 September). Peran Industri Kuliner dalam Ekonomi Kreatif. Universitas Gajah Mada.

Setyadi, A. (2020). Kewirausahaan: Perencanaan Bisnis di Era Digital. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Website Malang Creative Center. (2024). Data Subsektor di Malang Creative Center.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.