HUBUNGAN POLIFARMASI TERHADAP PREDIKSI POTENSI DAN TINGKAT KEPARAHAN INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELITUS DI APOTEK ARJASA KABUPATEN MALANG

Laras Sukati, Lutfi Rachman, Nugroho Wibisono

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Diabetes melitus adalah penyakit degeneratif yang sangat umum dan sering disertai dengan penyakit lain. Karena itu, polifarmasi diperlukan, yang meningkatkan risiko interaksi obat. Interaksi obat dapat mempengaruhi efektivitas dan keamanan terapi, sehingga diperlukan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana polifarmasi berhubungan dengan potensi interaksi dan tingkat keparahan interaksi obat pada pasien yang menerima resep obat di apotek.
Metode: penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional menganalisis 171 resep yang diberikan pasien diabetes melitus di apotek Kota Malang selama periode September hingga Desember 2025. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Drug.com (Drug Interaction Checker) digunakan untuk mengidentifikasi interaksi obat. Selanjutnya, uji statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan korelasi rank spearman.
Hasil dan Pembahasan: Polifarmasi dan potensi interaksi obat memiliki hubungan signifikan (p=0,000<0,05) dan tingkat keparahan interaksi obat dengan kekuatan korelasi lemah.
Kesimpulan: Di Apotek Arjasa kabupaten Malang, terdapat korelasi yang signifikan antara polifarmasi dengan potensi dan tingkat keparahan interaksi obat.
Kata Kunci: Polifarmasi, Prediksi Potensi interaksi obat, Diabetes melitus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.