GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN SENYAWA BIOAKTIF DARI FRAKSI ETIL ASETAT RIMPANG TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata Roxb.)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Nanopartikel perak (AgNPs) menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih unggul dibanding bentuk makronya karena rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi meningkatkan reaktivitas. Penelitian ini menerapkan green synthesis menggunakan fraksi etil asetat rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) sebagai bioreduktor. Pemilihan fraksi semipolar ini didasarkan pada kemampuannya mengekstraksi flavonoid aglikon dan metabolit sekunder untuk mereduksi ion Ag+. Fokus penelitian mencakup sintesis dan karakterisasi AgNPs tersebut.
Metode: Sintesis nanopartikel perak (AgNPs) dilakukan menggunakan metode Green Synthesis dengan fraksi etil asetat sebagai agen pereduksi. Prekursor AgNO₃ 10 mM direaksikan dengan fraksi etil asetat pada variasi perbandingan volume 9:1, 8:2, dan 7:3, dengan penambahan NaOH sebagai katalisator. Campuran dihomogenkan menggunakan hotplate stirrer pada kecepatan 1000 rpm selama 24 jam. Karakterisasi dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis dan Particle Size Analyzer (PSA).
Hasil dan Pembahasan: Nanopartikel mengalami perubahan warna larutan menjadi cokelat gelap dan munculnya puncak serapan Surface Plasmon Resonance (SPR) pada kisaran 400–500 nm via UV-Vis. Analisis PSA menunjukkan ukuran partikel 144,56 ± 8,51 nm dengan indeks polidispersitas (PDI) 0,15 ± 0,02 dan zeta potential 48,44 ± 42,33 mV, mengindikasikan distribusi partikel yang homogen pada rentang nanometer.
Simpulan: AgNP yang disintesis dari fraksi etil asetat rimpang temu kunci pada 500 rpm dan pH 8 memiliki ukuran rata-rata 144,56 nm. Nilai PDI 0,15 dan zeta potensial 48,44 mV menandakan stabilitas yang baik, menghasilkan nanopartikel yang homogen serta berpotensi sebagai agen antibakteri ramah lingkungan.
Keywords: green synthesis, nanopartikel perak, temu kunci, fraksi etil asetat
Pendahuluan: Nanopartikel perak (AgNPs) menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih unggul dibanding bentuk makronya karena rasio luas permukaan terhadap volume yang tinggi meningkatkan reaktivitas. Penelitian ini menerapkan green synthesis menggunakan fraksi etil asetat rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) sebagai bioreduktor. Pemilihan fraksi semipolar ini didasarkan pada kemampuannya mengekstraksi flavonoid aglikon dan metabolit sekunder untuk mereduksi ion Ag+. Fokus penelitian mencakup sintesis dan karakterisasi AgNPs tersebut.
Metode: Sintesis nanopartikel perak (AgNPs) dilakukan menggunakan metode Green Synthesis dengan fraksi etil asetat sebagai agen pereduksi. Prekursor AgNO₃ 10 mM direaksikan dengan fraksi etil asetat pada variasi perbandingan volume 9:1, 8:2, dan 7:3, dengan penambahan NaOH sebagai katalisator. Campuran dihomogenkan menggunakan hotplate stirrer pada kecepatan 1000 rpm selama 24 jam. Karakterisasi dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis dan Particle Size Analyzer (PSA).
Hasil dan Pembahasan: Nanopartikel mengalami perubahan warna larutan menjadi cokelat gelap dan munculnya puncak serapan Surface Plasmon Resonance (SPR) pada kisaran 400–500 nm via UV-Vis. Analisis PSA menunjukkan ukuran partikel 144,56 ± 8,51 nm dengan indeks polidispersitas (PDI) 0,15 ± 0,02 dan zeta potential 48,44 ± 42,33 mV, mengindikasikan distribusi partikel yang homogen pada rentang nanometer.
Simpulan: AgNP yang disintesis dari fraksi etil asetat rimpang temu kunci pada 500 rpm dan pH 8 memiliki ukuran rata-rata 144,56 nm. Nilai PDI 0,15 dan zeta potensial 48,44 mV menandakan stabilitas yang baik, menghasilkan nanopartikel yang homogen serta berpotensi sebagai agen antibakteri ramah lingkungan.
Keywords: green synthesis, nanopartikel perak, temu kunci, fraksi etil asetat
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.