PENGARUH VARIASI METODE EKSTRAKSI TERHADAP BERAT RENDEMEN DAN TOTAL KADAR FENOL DAUN SERAI (Cymbopogon citratus)

Khoirul Huda, Yoni Rina Bintari, Dian Novita Wulandari

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Daun serai (Cymbopogon citratus) diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik. Golongaan fenolik dapat diekstraksi menggunakan pelarut etanol. Variasi metode ekstraksi dapat mempengaruhi nilai rendemen dan total kadar fenol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi metode terhadap nilai rendemen dan total kadar fenol C. citratus.

Metode: Simplisia C.citratus diekstraksi dengan variasi metode yaitu ekstraksi maserasi, maserasi kinetik, digerasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai rendemen ekstrak, skrining senyawa fenol dan kandungan total fenol.

Hasil: Rendemen yang diperoleh dari metode maserasi, maserasi kinetik dan digerasi secara berturut-turut sebesar 7,29±1,31, 9,21±1,60, 9,21±1,60. Hasil analisis statistik variasi metode ekstraksi terhadap nilai rendemen menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar semua ekstrak dengan nilai (P =0,192). Hasil skrining diperoleh dari variasi metode ekstraksi mengandung senyawa fenol. Kadar total fenol ekstrak etanol 96% C.citratus didapatkan menggunakan metode ekstraksi maserasi, maserasi kinetik dan digerasi secara berturut-turut yaitu ; 24,16±0,022, 24,83 ± 0,04, 9,70 ± 0,02 mgGAE/g. Dari hasil analisa statistik variasi metode ekstrkasi terhadap kadar total fenol terdapat perbedaan signifikan dengan nilai (P =0,00).

Kesimpulan: Ekstrak etanol 96% C.citratus metode maserasi kinetik memiliki nilai rendemen dan total kadar fenol tertinggi dibandingkan dengan ekstrak maserasi dan digerasi.

Kata kunci: daun serai; Cymbopon citratus; maserasi; maserasi kinetik; digerasi; rendemen; skrining fitokimia; total fenol.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.