PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI ABU AMPAS TEBU DENGAN SERAT BAMBU TERHADAP UJI TEKAN BETON
Abstract
Beton merupakan suatu material yang secara umum menjadi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur konstruksi yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman, oleh sebab itu pemilihan beton sebagai bahan baku utama konstruksi bangunan sangatlah penting. Abu Ampas Tebu (AAT) adalah sisa hasil pembakaran dari ampas tebu. Ampas tebu sendiri merupakan hasil limbah buangan yang berlimpah dari proses pembuatan gula. Pembakaran ampas tebu memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan kekuatan beton. Karena Abu Ampas Tebu (AAT) bersifat pozzolan dan mengandung silica. Penambahan serat alami (natural fiber), khususnya serat bambu juga menjadi pilihan karena merupakan produk hasil alam yang mudah dibudidayakan.
Fungsi dari Abu Ampas Tebu (AAT) sendiri adalah bahan penambahan semen guna mengurangi penggunaan semen, sedangakan Serat Bambu (SB) sendiri adalah bahan tambahan sebagai agregat kasar (kerikil). Pengaruh penambahan abu ampas tebu dan serat bambu semakin banyak penambahan abu ampas tebu dan serat bambu maka nilai kuat tekan tidak akan memenuhi syarat yang di tentukan, hanya beberapa persentase yang memenuhi syarat yaitu AAT 0%-SB 0%, AAT 0%- SB 1,5%, AAT 10%-SB 0%, dan, AAT 10%- SB 3% yaitu (K 210, K 182, K194, dan K 179)
Â
Kata Kunci : Abu Ampas Tebu (AAT), Serat Bambu (SB), Kuat tekan Beton
Full Text:
PDFReferences
Alfredo, M,. 2012. Studi Tekan Beton Normal Mutu Sedang dengan Campuran Abu Sekam Padi (RHA) dan Limbah Adukan Beton (CSW). Depok: Universitas Indonesia
ASTM C 127-01. Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Coarse Aggregate, ASTM International, 100 Barr Harbor Drive, United States : 2003
ASTM C 128-01. Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Fine Aggregate, ASTM International, 100 Barr Harbor Drive, United States : 2003.
https://lauwtjunnji.weebly.com/gradasi--agregat-kasar.html di akses pada tanggal (9 oktober)
https://lauwtjunnji.weebly.com/gradasi--agregat-halus.html di akses pada tanggal (9 oktober)
Isnawati,. 2015. Pengaruh Penambahan Agregat Limbah Plastik Terhadap Kuat Tekan Beton. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin
Morisco. 1996. Bambu Sebagai Bahan Rekayasa, Pidato Pengukuhan Jabatan Lektor Kepala Madya, Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik.
Morisco. 1999. Rekayasa Bambu, Nafiri Offset, Yogyakarta.
Neville, A.M,. 2000. Properties of Concrete, Fourth Edition, London: The English Language Book Society and Publishing.
Rompas, G.P., dkk. 2013. Pengaruh Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Subsitusi Parsial Semen Dalam Campuran Beton Ditinjau Terhadap Kuat Tarik Lentur dan Modulus Elastisitas, jurnal sipil static Vol.1 No.2 82-89
SNI 15-7064-2004. Semen Portland Komposit, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 2004.
SNI 03-1971-1990. Metode Pengujian Kadar Air Agregat, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 1990.
SNI 03-1972-1990. Metode Pengujian Slump, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 1990.
SNI T-15-1990-03. Pembuatan Benda Uji, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 1990.
SNI 03-1974-1990. Pengujian Kuat Tekan Beton, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 1990.
SNI 03-0691-1996. Bata Beton (Paving Block), Badan Standarisasi Nasional, Jakarta : 1996.
Tjokrodimuljo,K., Teknologi Beton, Nafiri, Yogyakarta, 1996.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

